Home Terkini FKH Gulirkan Wakaf RTH
FKH Gulirkan Wakaf RTH

FKH Gulirkan Wakaf RTH

9
0

Metro Depok – Forum Nusantara yang diisi para aktivis lingkungan meluncurkan wakaf Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Wakaf RTH ini sebagai bentuk bagian dari kampanye pertobatan ruang. Gerakan ini juga tak lain upaya penyadaran kolektif tentang pentingnya penguatan kedaulatan ruang sebagai representasi NKRI. Wakaf RTH dibentuk berawal dari keprihatinan tentang minimnya RTH, khususnya di Depok,” ungkap Koordinator FKH Nusantara Depok Hery Syaifudin.

Wakaf RTH, katanya lagi, akan menjadi upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dan kesejatian bangsa Indonesia yang berpijak pada ruang-ruang kebersamaan.

“Sebuah local wisdom yang mengajarkan kedaulatan ruang sebagai ajang sesungguhnya dari pelaksanaan seperangkat konsep nilai keberagamaan dan kemanusiaan,” jelasnya.

Lebih lanjut diutarakannya, FKH Nusantara juga mendorong pemerintah pusat untuk menyerahkelolakan lahan-lahan miliknya di daerah kepada pemerintah daerah. Utamanya untuk penambahan RTH publik.

“Hal ini selain akan mendorong percepatan penambahan kuantitas RTH, juga pemerataannya.  Mengingat pentingnya daya dukung lingkungan terhadap suatu kawasan dalam pembangunan, sebaran RTH yang merata di seluruh kawasan kota adalah sebuah keniscayaan,” tandasnya.

Sementara, Pakar Tata Kota, Nirwono Joga mengapresiasi langkah FKH Nusantara membentuk wakaf RTH. Adanya wakaf RTH bisa membantu negara ini tetap hijau dan asri.

“RTH di kota atau kabupaten se-Indonesia hanya berada di kisaran 9-11 persen. Padahal Undang Undang No. 26 tahun 2007 mewajibkan setiap kota dan kabupaten untuk memenuhi kebutuhan RTH sebesar 30 persen dari total luas wilayahnya,” tuturnya.

Diutarakannya, iklim tropis dan curah huan yang tinggi membuat Indonesia membutuhkan taman-taman dalam kota sebagai penurun panas, daerah tampungan air, pemroduksi oksigen, penangkap karbon, dan penambah kecantikan kota.

“Kenyataannya agak sulit menjumpai pemerintahan kota dan kabupaten yang menjadikan pemenuhan RTH sebagai prioritas program,” tandasnya.

Berbagai alasan dikemukakan, diantaranya keterbatasan anggaran dan skala prioritas, sehingga masih menomorduakan program pemenuhan RTH.

“Karena itu,  wakaf RTH akan menjadi jawaban sekaligus solusi dari keterbatasan yang selalu menjadi ‘black embek’ dalam pemenuhan RTH,” pungkasnya.

Bahkan, wakaf RTH mengajak sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut serta dalam pemenuhan RTH melalui pemanfaatan lahan-lahan atau pekarangan rumah mereka yang tidak dimanfaatkan atau menganggur.

“Sekaligus komitmen untuk tidak menambah bangunan di atasnya,” katanya.

Aksi Wakaf RTH ini kata dia, mewakili generasi masa depan untuk mengetuk pintu hati dan nurani semua pihak. Agar menyegerakan pemenuhan ruang-ruang partisipasi dan interaksi sebagai ajang tumbuh-kembang anak-anak generasi penerus bangsa ini. (Hen/MD/JPG)

9

Ad Banner 728 x 90