Home Pendidikan 3.000 Siswa PAUD dan TK se-Kota Depok Semarakkan Hardiknas
3.000 Siswa PAUD dan TK se-Kota Depok Semarakkan Hardiknas

3.000 Siswa PAUD dan TK se-Kota Depok Semarakkan Hardiknas

14
0

Metro Depok – Sebanyak 3.000 siswa PAUD dan TK se-Kota Depok menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 tingkat Kota Depok, Kamis (03/05).

Para siswa ini tampak antusias mengikuti kegiatan senam massal di halaman Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda.

Tampak hadir dalam kesempatan ini Bunda PAUD Kota Depok Elly Farida, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mohammad Thamrin, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Disdik Tatik Wijayati, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Siti Chaerijah Aurijah, serta para kepala dan guru TK dan PAUD.

“Semarak Hardiknas 2018 yang mengusung tema Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan Menuju Kota Depok Sebagai Kota Cerdas dan Berbudaya ini melibatkan seluruh elemen karena pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Disdik tapi juga semua komponen,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Mohammad Thamrin.

Dengan sinergi seluruh unsur pendidikan yang ada di Depok, pihaknya berharap dapat memajukan dunia pendidikan dan mewujudkan anak-anak bangsa yang berakhlak dan berkarakter.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Disdik Tatik Wijayati menambahkan semarak Hardiknas dimulai dengan senam massal anak PAUD dan TK, dilanjutkan launching Gerakan Nasionalorangtua membaca buku (Gernas Baku), aneka lomba seperi bakiak, tarik tambang, balap karung estafet, kesenian dan paduan suara, serta pementasan tari kreasi guru.

“Gerakan nasional orangtua membaca buku adalah gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat,” tuturnya.

Bunda PAUD Elly Farida memaparkan tujuan Gernas Baku adalah membiasakan orangtua membacakan buku bersama anak, mempererat hubungan emosional antara anak dan orantua, serta menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

“Pentingnya Gernas Baku karena berdasarkan hasil survei siswa pada PISA 2015 menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke 64 dari 72 negara. Selain itu, menurut survei BPS tahun 2015, 91,47% anak usia sekolah lebih suka menonton televisi dan 13, 11% yang suka membaca,” paparnya.

Abad ke-21, katanya lagi, membutuhkan anak-anak yang berpikir kritis, kreatif, komunikatif, sehingga orangtua harus mendampingi anak-anaknya agar mampu menguasai beragam literasi (multiletirasi) antara lain baca-tulis, numerasi, pengetahuan alam (sains), keuangan, (finansial), digital, serta budaya dan kewargaan.

“Gerakan ini perlu melibatkan orangtua, warga sekolah, dan masyarakat,” tuturnya.

Implementasi Gernas Baku di rumah, yakni orangtua belajar memahami kemampuan membaca anak sesuai tahap perkembangan, orangtua belajar memahami teknik menarik minat atau kesenangan anak untuk membaca, orangtua belajar memahami teknik membacakan buku untuk anak sesuai tahap perkembangan, serta orangtua belajar membiasakan membacakan buku bacaan atau bercerita dengan anak. (Her/MD/JPG)

14

Ad Banner 728 x 90