Home Terkini 30 Kg Ganja Dimusnahkan
30 Kg Ganja Dimusnahkan

30 Kg Ganja Dimusnahkan

5
0

Metro Depok – Satuan Narkoba Polresta Depok melakukan pemusnahan terhadap 30 kg ganja kering dari dua tersangka yang diamankan di Halaman Polresta Depok, Jalan Margonda, Selasa (13/03).

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Didik Sugiarto kepada wartawan mengatakan 30 kg ganja yang dimusnahkan berasal dari dua tersangka, yang sebelumnya diamankan oleh anggotanya di lokasi berbeda di wilayah hukum Polresta Depok.

Didik merinci, sebanyak 15 kg berasal dari tersangka AN, yang ditangkap di kawasan parung panjang, Kabupaten Bogor pada18 Januari 2018 lalu. Tersangka kedua AL alias Kibot dengan berat sekitar 11 kg yang diamankan di Citayam, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok. Selain itu, juga didapati 5 kg ganja dari masyarakat yang ditemukan di satu lokasi di Kecamatan Pancoran Mas pada Januari 2018 lalu.

“Semua barang bukti ganja yang dimusnahkan sudah ditetapkan di pengadilan. Maka sesuai aturan, barang bukti ini wajib dimusnahkan,” tegasnya.

Kapolresta mengatakan selama tahun 2017 berhasil menangkap 437 tersangka. Sedangkan sejak awal tahun 2018 hingga saat ini sebanyak 72 orang pelaku dengan barang bukti  pelaku 30 kg ganja dan 94 gram sabu.

Menurutnya, Kota Depok bukan lagi daerah pemasaran akan tetapi sudah bergeser menjadi daerah penghasil. Indonesia memang merupakan pasar penjualan narkotika yang menggiurkan, sehingga berbagai upaya dilakukan oleh para bandar narkoba.

“Ini merupakan usaha kita bersama untuk mencegah anak-anak kita agar terhindar dari bahaya narkoba,” katanya.

Sementara, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menambahkan angka penyalahgunaan narkoba di Depok dikatakan meningkat. Contohnya, pada tahun 2016 ada lebih dari 300 kasus diungkap kepolisian.

“Kita prihatin dengan kasus ini karena diatas kasus hukum lainnya. Bahkan penjara sampai tidak muat lagi yang sebagian besar dipidana kasus narkoba,” ujarnya.

Ditegaskan Pradi, untuk mengantisipasi peredaran narkoba tidak hanya dilimpahkan pada aparat kepolisian. Tetapi perlu kerja sama dengan instansi vertikal dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

“Saya minta ada keterlibatan masyarakat untuk mengawasi peredaran narkoba di lingkungan,” katanya.

Dia juga menekankan pada pengelola apartemen untuk terbuka terhadap aparat pemerintah dan kepolisian. Jika memang ada penghuni yang terindikasi dan petugas memerlukan akses ke dalam, pengelola apartemen harus memberikan jalan.

Pradi menegaskan, jika hunian apartemen kerap didapati menjadi sarang penyalahgunaan narkoba dan pengelola apartemen tak melapor atau melakukan pembiaran, pihaknya tak segan-segan melakukan penyegelan dan memproses hukum pengelola apartemennya.

Ketua MUI Kota Depok, KH. Ahmad Dimyati Badruzzaman menyampaikan bahwa apabila melihat Alquran, surat Al-Maidah ayat 60, sungguh yang namanya Khamr (minuman keras) sesungguhnya perbuatan yang kotor.

“Pemuda sekarang adalah masa depan bangsa Indonesia, oleh karena itu kami dari MUI Kota Depok meminta agar narkoba diberantas,” katanya. (Aji/MD/JPG)

5

Ad Banner 728 x 90