Home Terkini Angka Kesembuhan Covid-19 Ungguli Jabar, RK Puji Depok
Angka Kesembuhan Covid-19 Ungguli Jabar, RK Puji Depok

Angka Kesembuhan Covid-19 Ungguli Jabar, RK Puji Depok

676
0

Metro Depok – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memuji Pemerintah Kota (Pemkot) Depok perihal angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kota Depok yang terus meningkat hingga mencapai 69 persen. Pria yang akrab disapa RK ini menyebut jumlah ini melebihi rata-rata kesembuhan di Provinsi Jawa Barat.

“Cukup untuk diapresiasi, tingkat kesembuhan di Depok ini di atas rata-rata Jawa Barat yang di angka 53 persen,” tutur RK saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Selasa (15/09).

Ia pun berharap agar jumlah pasien sembuh di kota yang berbatasan dengan ibu kota ini terus bertambah per harinya. Setidaknya, sambung RK, angka kesembuhan berada di angka 70 persen.

RK meminta lima kepala daerah di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) untuk kompak dan solid membantu satu sama lain demi menunjang ketersediaan fasilitas perawatan bagi pasien Covid-19.

“Mudah-mudahan dalam 14 hari ke depan dengan kekompakan Bodebek, maka kasus bisa kita tekan. Agar Kota Depok punya status yang lebih baik dari hari ini,” kata RK.

Orang nomor satu di Jawa Barat ini menyebut, tujuan dirinya melakukan peninjauan ini untuk mengecek keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah Kota Bogor, Depok, dan Bekasi, serta Kabupaten Bekasi dan Bogor.

Lewat data tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar pun bisa membuat upaya penguatan dan pemetaan rumah sakit rujukan Covid-19.

Adapun saat ini, ketersediaan ruang ruang perawatan dan isolasi pasien positif COVID-19 di rumah sakit rujukan wilayah Bodebek, khususnya Kota Depok, menurun seiring bertambahnya kasus terkonfirmasi positif.

“Tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 khususnya di Kota Depok lebih darurat pada ketersediaan ICU dan HCU (High Care Unit) sebagai ruang perawatan pasien Covid-19 bergejala (kriteria) berat,” ujar RK.

Untuk mengantisipasi soal ketersediaan tempat tidur isolasi Covid-19, RK berujar bahwa pihaknya memiliki opsi untuk mengubah fungsi gedung lain menjadi Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Covid-19.

“Jika (rumah sakit) penuh, antisipasinya menggunakan gedung-gedung lain yang akan dijadikan Fasyankes untuk pasien Covid-19,” kata RK.

“Karena hal tersebut memang sudah diprediksi sejak awal adanya Covid-19, bahwa kalau rumah sakit penuh, pasti ada gedung baru yang akan disiapkan (untuk menyokong rumah sakit),” katanya.

Adapun berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar hingga 14 September 2020, dari 320 rumah sakit rujukan Covid-19 se-Jabar, keterisian tempat tidur berjumlah 2.034 dari total ketersediaan 4.274 tempat tidur.

RK pun mengimbau warga Depok untuk disiplin mengikuti arahan pemerintah dengan status Kota Depok yang masih Risiko Tinggi alias Zona Merah.

Meski begitu, RK mengapresiasi tingkat kesembuhan di Kota Depok sebesar 69 persen yang berada di atas rata-rata provinsi yakni 53 persen. “Kita tingkatkan lagi angka kesembuhannya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, per Selasa (15/9) terdapat 124 orang kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan 40 orang dinyatakan sembuh.

Terkait RSUD Kota Depok sebagai salah satu rumah sakit utama rujukan COVID-19 di daerahnya, Idris berujar bahwa pihaknya tengah merenovasi Ruang Kenanga, salah satu ruangan khusus untuk isolasi mandiri Covid-19 dalam 14 hari ke depan.

“Ruang isolasi (di) lantai 7 dan 8 di RSUD Depok ini nanti akan kita tambah ruangannya dan membutuhkan tenaga kesehatan tambahan,” ujar Idris.

Idris mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan masing-masing Satuan Tugas (Satgas) kampung siaga untuk menjalankan pengawasan terhadap warganya. Terutama warga yang bekerja di DKI Jakarta.

Dikatakannya, peningkatan kasus positif Covid-19 disebabkan oleh faktor imported case. Yaitu klaster yang berasal dari perkantoran di DKI Jakarta, karena mayoritas warga Kota Depok bekerja di wilayah Ibu Kota Indonesia tersebut. (Indra)

676