Home Terkini Apresiasi Pemkot Depok Tangani Covid-19

Apresiasi Pemkot Depok Tangani Covid-19

1
0

METRO DEPOK – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Supariyono mengatakan masih ada beberapa catatan yang harus diketahui, agar penanganan Covid-19 bisa diperbaiki lagi ke depannya.

“Untuk penanganan Covid-19 saya apresiasi Pemkot Depok,” kata Supariyono.

Kata dia, penanganan Covid-19 yang berada di hilir sudah cukup maksimal dilaksanakan. Tinggal pencegahan yang perlu diperbaiki lagi.

“Untuk pelayanan di hilir, kami Komisi D sering rapat dengan Satgas Covid-19, Dinkes, Dinsos sudah mendapat gambaran progresnya, seperti menambah bed dan lainnya,” sambungnya.

Supariyono berharap, para ASN di Pemerintah Kota Depok yang telah bekerja pagi malam yang menangani pandemi Covid-19, semoga diberikan kesehatan dan menjadi amalnya kelak.

“Kami juga berdoa sama-sama agar mereka yang bekerja ikhlas menangani pandemi Covid-19 ini bisa menjadi amal ibadahnya kelak, karena telah membantu orang banyak,” pungkasnya.

Cegah Covid-19, Depok Bergerak dari Hulu

Belakangan ini, terjadi peningkatan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di berbagai daerah. Pemerintah Kota Depok terus melakukan upaya pencegahan mulai dari hulu agar penyebaran virus tersebut tidak semakin meluas.

“Kita telah membentuk kampung siaga berbasis RW, sebelum adanya Kampung Tangguh Jaya. Di tingkat kelurahan dan kecamatan juga diberikan dana stimulan agar bisa bergerak bersama tiga pilar, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya,” ungkap Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam dialog di Channel Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (17/6/2021).

Upaya pencegahan dari hulu ini, katanya lagi, agar jangan sampai Pemkot Depok yang sudah melakukan upaya pencegahan dan menyediakan rumah sakit untuk menampung pasien terpapar Covid-19, namun upaya di tingkat masyarakat tidak maksimal.

“Upaya pemantauan dari Pemkot Depok untuk menekan laju penyebaran Covid-19 juga terus dilakukan. Dari kampung siaga di tingkat RW, dibuatkan posko-posko di tingkat kelurahan. RT dan RW juga berada di bawah pengawasan tiga pilar. Tingkat kelurahan berada di bawah pengawasan camat. Tingkat kecamatan berada dipantau dari dinas,” paparnya.

Idris menyadari belakangan ini masyarakat seakan sudah merasakan kondisi seakan normal kembali. Terlebih, berdasarkan survei, tidak ditemukan adanya peningkatan kasus Covid-19 dari dampak Lebaran. Peningkatan kasus pada akhir ini dari klaster lain.

“Pemahaman sebagian masyarakat adalah ini virus yang tidak terlihat. Masyarakat merasa sehat, tidak merasa sakit. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa. Baru menyadari ketika ada penularan, misalnya tetangga mengalami sesak nafas,” jelasnya.

Apalagi, Idris menjelaskan bahwa dari sekitar 5.000 RT di Kota Depok, sebanyak 4.000 RT masuk kategori zona hijau. Inilah yang membuat masyarakat merasa bahwa di lingkungannya tidak ada kasus, sehingga merasa aman dan sehat.

“Perlu penyadaran yang lebih kuat. Karena itulah, Pemkot Depok menggandeng pembimbing rohani untuk ikut memberikan sosialisasi protokol kesehatan dalam setiap materi ceramah atau dakwahnya. Biasanya kan masyarakat gandrung pada tokoh agama. Dari berbagai komponen diminta untuk mensosialisasikan masalah Covid-19 agar penyebarannya terus dapat ditekan,” pungkasnya.

1