Home Terkini Bersama Sang Ajudan, Imam Budi Hartono Rilis Lagu “Dzikir”
Bersama Sang Ajudan, Imam Budi Hartono Rilis Lagu “Dzikir”

Bersama Sang Ajudan, Imam Budi Hartono Rilis Lagu “Dzikir”

2
0

METRO DEPOK – Meski disibukkan dengan aktivitas sebagai Wakil Wali Kota Depok, ternyata Imam Budi Hartono masih menyempatkan untuk berkarya di luar pemerintahan maupun perpolitikan. Seperti menulis buku autobiografi miliknya yang belum lama dirilis hingga membuat lagu bertajuk religi.

Terbaru, Imam merilis lagu religi berjudul “Dzikir” yang merupakan kolaborasi dia dengan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Depok, Syafrurrazi.

Syafrurrazi sendiri merupakan ASN yang ditugaskan sebagai ajudan Wakil Wali Kota Depok dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai wakil kepala daerah.

Kerennya lagi, Imam pun membongkar sosok pencipta dari lagu tersebut. Ia adalah Akbar, salah satu honorer di lingkungan Pemkot Depok.

Imam Budi Hartono pun menyempatkan diri untuk bercerita soal lagu yang telah dirilis di YouTube pribadinya ini. Menariknya, proses pembuatan lagu ini hanya membutuhkan waktu tiga pekan mulai dari proses perekaman, syuting, hingga tahap editing-nya.

“Lagu tersebut sebenarnya bukan lagu saya, tapi lagu Bang Akbar. Saya tertarik pada syair dari lagu tersebut yang banyak mengandung pesan kebaikan. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengajak beberapa orang untuk terlibat dalam pembuatan lagu ini, salah satunya Bang Syafrurrazi sebagai penyanyi yang berduet dengan saya dalam lagu ini,” tuturnya kepada Harian Sederhana, Minggu (11/07).

“Ada empat orang yang terlibat dalam pembuatan lagu ini termasuk saya, yakni Razi (sapaan Syafrurrazi), kemudian Akbar sebagai pemilik lagu dan editing, dan terakhir Bang Fajar sebagai perekam lagu serta melatih maupun mengarahkan suara saya dan razi agar pas dengan syairnya,” tambah Imam.

Dalam lagu ini, sambung Imam, ada beberapa pesan yang disampaikan termasuk beberapa bait tentang situasi wabah Covid-19 termasuk doanya.

“Pesannya manusia ini lemah, Allah SWT lah yang Maha Kuat dan tempat kita bersandar. Di tengah musibah Covid-19 ini dengan segala usaha sudah kita lakukan, ternyata ikhtiar ini belum memberikan dampak yang baik. Sehingga kami mengajak masyarakat untuk berzikir dan menyadarkan kepada kita semua untuk bersujud kepada-Nya,” terang Imam.

Alasan Imam mengajak sang ajudan lantaran ia ingin menghilangkan image angkernya kepala daerah dengan bawahan. Politisi PKS ini menyebut ASN adalah kawan dan rekan seperjuangan terutama dalam menyukseskan pembangunan sebuah kota.

“Kehadiran Razi dalam lagu tersebut karena saya ingin menyampaikan pesan kepada siapapun tidak ada atasan bawahan. Saya juga ingin menghilangkan batas dan image angkernya kepala daerah dengan bawahannya,” ujar Imam.

“Saya berpikir semua ASN adalah teman dan menjadi faktor penting dalam membantu kami dalam mewujudkan visi, misi, dan pelayanan kepada warga. Kami sadar, suksesnya kami ada banyak orang yang membantu termasuk para ASN dan semua pihak termasuk seluruh warga Depok,” tandasnya.

Imam berharap lagu ini dapat diterima seluruh kalangan maupun lapisan masyarakat di mana pun berada. Ia pun berpesan agar warganya dapat tersebut berzikir kepada Allah SWT dalam menghadapai pandemi Covid-19 ini.

“Harapan saya lagu ini bisa diterima oleh warga Depok dan kaum muslimin di mana pun berada, menghibur dan munajat,” tandasnya.

Sementara itu Syafrurrazi merasa bersyukur dapat berduet dengan kepala daerah dalam sebuah karya musik. Ia mengaku hal tersebut pengalaman pertama dalam karirnya sebagai seorang ASN dapat berkolaborasi dalam sebuah lagu dengan seorang wakil wali kota.

Pria yang akrab disapa Razi ini pun bercerita asal muasal dirinya diajak berkolaborasi dengan Imam Budi Hartono dalam lagu berjudul “Dzikir” ini.

Awalnya ia diminta menyanyikan sebuah lagu Aceh berjudul “Seulanga” untuk mengisi kekosongan waktu oleh Imam Budi Hartono. Selepas ia bersenandung, Imam pun spontan mengajaknya berduet dalam lagu religi “Dzikir” ini.

“Sedikit saya bercerita di awal Pak Imam mengajak saya untuk berduet dalam single ini. Pernah saat mengisi kekosongan waktu, beliau menyuruh saya untuk menyanyikan sebuah lagu Aceh berjudul “Seulanga”. Kemudian setelah beliau mendengarkannya, spontan beliau mengajak saya untuk duet dalam membawa lagu religi (Dzikir-red) ini,” ujar Razi.

“Dalam proses produksi lagu Dzikir ini bisa dibilang membutuhkan waktu yang singkat, hanya selesai dalam waktu tiga hari. Mengingat di tengah keterbatasan aktivitas dalam kondisi wabah Covid-19,” imbuhnya.

Razi berkeinginan lagu ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang mendengarnya. Selain itu, dapat menjadi motivasi bagi pendengan yang sedang berjuang dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Bagi teman-teman yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19, terus semangat, ikhtiar dan berzikir agar selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT,” tandasnya.

2