Home Lintas Cegah DBD, Margocity Lakukan Fogging
Cegah DBD, Margocity Lakukan Fogging

Cegah DBD, Margocity Lakukan Fogging

7
0

Metro Depok – Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Seseorang yang sudah terserang penyakit ini harus mendapatkan pertolongan dan perawatan. Jika tidak, bisa jadi penderita tidak akan tertolong. Sudah banyak orang yang menjadi korban penyakit ini karena penularannya yang cenderung mudah melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Hal inilah yang dipegang masyarakat Kelurahan Kemirimuka dalam menghadapi penyebaran DBD. Menggandeng berbagai pihak, termasuk pusat perbelanjaan Maegocity, dilaksanakanlah upaya pengasapan atau fogging guna mrmbunuh nyamuk dewasa pembawa virus DBD.

Dian Herawan selaku General Affair Development Manager Margocity kepada wartawan mengatakan kegiatan ini merupakan salah program Margocity dalam rangka memperingati HUT ke-19 Kota Depok.

“Di HUT ke-19 Depok ini kami dari manajemen Margocity berbagi dengan tetangga kita yang ada di sekitar pusat perbelanjaan Margocity dengan melaksanakan pengasapan atau fogging di lingkungan masyarakat,” katanya.

Kegiatan pengasapan di lingkungan masyarakat merupakan agenda rutin sebagai langkah mengantisipasi penyakit BDD yang masih terjadi di lingkungan warga.

Dia mengatakan manajemen Pusat Perbelanjaan Margocity sangta terbuka kepada warga dalam upaya membangun dan berpartisipasi kegiatan masyarakat.

“Kami enggak tertutup kok, kita terbuka. Apa yang diajukan sampaikan kepada kami. Kita duduk bersama untuk kemajuan lingkungan,” katanya.

Bahkan dirinya mengajak perusahaan swasta di Jalan Margonda untuk melakukan program Strategi Planning yang nantinya akan dirasakan oleh masyatakat sekitar

“CSR apa aja yang akan diperlukan oleh warga bisa dicombain bersama, kami siap menerimanya,” katanya.

Untuk saat ini, ada sekitar enam RW yang dilakukan fogging dan diharapkan kedepannya lingkungan yang akan difogging bertambah.

Lurah Kemirimuka Zoelkarnaen Yahya mengapreasi langkah apa yang dilakukan manajemen Margocity yang sudah bekerjasama dalam mengatasi pencegahan demam berdarah di lingkungannya.

Dia mengatakan pihak swasta memang berhak memberikan program CSR sesuai dengan PP 47/2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan. Setiap perusahaan diminta mengalokasikan dari keuntungan per tahun untuk dana CSR.

“Namun saya meminta agar perusahaan bisa membedakan antara dana CSR dan amal (charity), sebab jika CSR harus bersifat keberlanjutan untuk masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, merujuk pada perda tentang CSR disebutkan bahwa alokasinya harus jelas bahwa perusahaan didorong untuk mendukung pengembangan ruang terbuka hijau, pendidikan atau lingkungan lainnya.

“Ini yang kami inginkan adanya kerjasama dari pihak swasta dalam kegiatan masyarakat diharapkan kedepannya kegiatan ini terus berlangsung,” katanya.

Dia menambahkan pencegahan penyakit DBD tidak hanya dilakukan pengasapan akan tetapi dengan cara melakukan Pola Hidup Bersih Sehat di lingkungan masing-masing.

“Kami rasa jangan hanya melakukan pengasapan saja dalam pencegahan penyakit DBD akan tetapi melakukan menguras, menguburkan barang barang yang tidak dipakai yang dijadikan sarang jentik nyamuk,” katanya.

Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarkat setempat Friansyah menambahkan kedepannya CSR Margocity tidak hanya diberikan kepada enam RW, akan tetapi warga yang ada di Kelurahan Kemirimuka.

Peranan dan dukungan pihak swasta di Jalan Margonda memang diperlukan oleh warga diharapkan kedepannya ada pihak swasta lainnya yang memberikan CSR kepada lingkungan Kemirimuka.

“Kami rasa tidak hanya pihak Margocity yang membantu warga, akan tetapi peranan pihak swasta lainnya sangat ditunggu warga,” katanya.

Terkait penanganan penyakit DBD, Friansyah mengimbau kepada warga untuk melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat di lingkungannya. (Aji/MD/JPG)

7