Home Dibaleka Cegah Kota Kumuh, Satpol PP Copot Spanduk Liar
Cegah Kota Kumuh, Satpol PP Copot Spanduk Liar

Cegah Kota Kumuh, Satpol PP Copot Spanduk Liar

13
0

Metro Depok – Sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tingkat kota melakukan penertiban dengan mencopot spanduk melintang di jalan, dan spanduk tanpa izin. Kegiatan penertiban terkait dengan Perda 16/2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum ini, untuk mencegah terjadinya kekumuhan akibat spanduk yang dipasang secara sembarangan.

“Penertiban ini merupakan lanjutan sejak Kamis lalu, kemudian penertiban kembali dilakukan hari ini. Fokus penertibannya pada spanduk melintang dan tanpa izin,” kata Dedi Mulyadi, selaku Komandan Regu Reklame Barat, kepada Metro Depok, Senin (05/03).

Spanduk yang ditertibkan tersebut, lanjut dia, merupakan kegiatan rutin untuk mencegah terjadi kekumuhan di sepanjang jalan di Kota Depok. Untuk itu, dirinya meminta kepada elemen masyarakat untuk menegur jika ada orang yang memasang spanduk sembarangan, karena dengan melukan teguran membuat pemasang menjadi sadar sehingga tak lagi memsang spanduk secara sembarangan.

Penertiban yang dilakukan petugas selama 2 hari belakangan ini, diungkapkannya, berhasil dicopot sebanyak 60 spanduk. Pencopotan spanduk di Jalan Raya Muchtar dan kawasan Limo dan Cinere. “Jadi, penertiban ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Satpol PP dalam rangka mencegah kota kumuh,” tandasnya.

Meski diakuinya saat spanduk diturunkan, keesokannya tumbuh lagi, sebagai anggota Satpol PP tidak merasa lelah, karena hal itu merupakan tugasnya melakukan penertiban, namun pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan jadwal.
“Jadi, kami ditugaskan melakukan penertiban spanduk, namun jika ada kegiatan seperti penertiban pembongkaran Satpol PP di unit lainnya ditarik untuk ikut menertibkan bangunan,” ujar Dedi.

Sebelumnya, Kepala Pemerintahan dan Tramtib Kecamatan Sawangan, Indra Wahyu mengakui, penertiban terhadap spanduk kerap dilakukan jajarannya, namun terkadang mengalami kendala karena terbatasnya personel, sehingga penertiban tidak bisa dilakukan secara menyeluruh.

Selain itu, sambung dia, belum tersedia kendaraan operasional untuk penertiban sehingga sebagai alat pengangkut spanduk digunakan gerobak motor.”Kami sangat menanti bantuan kendanraan operasional dan tambahan personel petugas kecamatan,” imbuhnya. (Dib/MD/JPG)

13

Ad Banner 728 x 90