Home Dibaleka Curhat RK ke Menteri Enggar
Curhat RK ke Menteri Enggar

Curhat RK ke Menteri Enggar

270
0

Jakarta – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku pernah tertipu saat belanja online. Yakni mulai dari pesanan yang sudah dibayar tapi tidak kunjung datang sampai pesanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi sampai membuat dirinya enggan menggunakannya.

“Saya adalah korban praktik transaksi berdagang curang yang bisa menjadi contoh konsumen yang harus dilindungi,” curhat Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil kepada Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita beserta jajarannya dalam peluncuran maskot dan logo Hari Konsumen Nasional (Harkonas) di Kemendag, Jakarta, baru-baru ini.

Karenanya Kang Emil pun berharap agar Harkonas 2019 yang diselenggarakan di Halaman Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat pada 20 Maret itu bisa menjadi momentum untuk meningkatkan perlindungan konsumen.

Curhatan colongan atau Curcol bagi kalangan milenial seperti diungkap Gubernur Ridwan Kamil itu pulalah yang menjadi perhatian penuh Kemendag khususnya Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) terhadap pemberdayaan konsumen seiring pelaku usaha yang beretika amanah.

Setiap tahun Ditjen PKTN melakukan survei terhadap tingkat keberdayaan konsumen untuk mendapatkan angka Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK).

Seiring pengawasan peredaran barang dan jasa serta secara tegas memberi sanksi dan tindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha. Pengawasan dilakukan untuk melihat kesesuaian barang dan jasa terhadap standar, jaminan atau garansi yang disepakati atau diperjanjikan, pengiklanan, cara menjual, dan klausula baku.

Dirjen PKTN, Veri Anggrijono mengatakan keberadaan survei dijadikannya tolok ukur kinerja diri dan jajarannya. Mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga mendapatkan solusi dari dinamika transaksi pelaku usaha dan konsumen dalam kerangka mencapai tujuan yaitu Konsumen berdaya dengan ekonomi Berjaya.

“Alhamdulillah, keberdayaan konsumen kita terus meningkat seiring meminimalisir pelaku-pelaku usaha nakal yang curang,” ujarnya.

Peningkatan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) dimaksud terlihat dari hasil survei. Yaitu tahun 2018 tercatat 40,41 meningkat dari 33,70 pada tahun sebelumnya. Pada 2018, konsumen Indonesia telah menuju level MAMPU untuk memperjuangkan hak dan kewajibannya, dibanding 2017 yang berada pada level PAHAM akan hak & kewajibannya tapi belum mampu untuk memperjuangkannya.

Pengalaman Gubernur Ridwan Kamil sebagai konsumen menggambarkan bahwa setingkat gubernur pun bisa mengalami kekecewaan dalam etika bertransaksi perdagangan.

“Di sinilah perlunya kehadiran pemerintah dalam melindungi konsumen,” ungkap Direktur Pemberdayaan Konsumen Ditjen PKTN, Nina Mora.

Katanya, Kemendag menerima amanat konstitusi melalui Keputusan Presiden Nomor 13 tahun 2012 turunan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen itu berupaya sepenuhnya hadir melindungi kepentingan konsumen.

Untuk menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban konsumen itu pulalah Ditjen PKTN Kemendag bersama Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pimpinan Andriansyah Parman menyediakan saluran pengaduan konsumen secara online. Yaitu melalui surat elektronik atau website Sistem Informasi Pengawasan Perlindungan Konsumen (www.siswaspk.kemendag.go.id), atau melalui Portal Saluran Pengaduan Konsumen (www.konsumen-indonesia.go.id).

“Konsumen dapat datang langsung atau menyampaikan pengaduan melalui surat ke kantor Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga,” sambung Direktur Tertib Niaga Ditjen PKTN, Wahyu Hidayat.

Klinik Konsultasi & Pengaduan Konsumen pada Harkonas ke-7/2019, tambah Sesditjen PKTN, Chandrini Mestika Dewi, digelar untuk memudahkan akses masyarakat berkonsultasi dengan lembaga atau instansi terkait perlindungan konsumen.

Yaitu 23-24 Februari, 2-3 Maret, 9-10 Maret, dan 16-19 Maret 2019 pada pukul 12.00-17.00 WIB di delapan mal Kota dan Kabupaten Bandung seperti Transmart Buah Batu, Carrefour Kiara Condong, Transmart Cimahi, Transmart Cipadung, Carrefour Paris Van Java, Transmart Trans Studio Mall, Giant Jalan Suci, dan Yogya Department Store Kepatihan. (Advertorial)

270