Home Dibaleka Depok Izinkan PTM Terbatas
Depok Izinkan PTM Terbatas

Depok Izinkan PTM Terbatas

105
0

Metro Depok – Pemerintah Kota Depok telah mengizinkan sekolah di seluruh jenjang pendidikan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Di Kota Depok, terdapat sekitar 1.200 sekolah, mulai dari paud, SD, SMP, SMA, dan SMK baik negeri maupun swasta, yang menjalankan PTMT pada Senin 4 Oktober 2021.

Untuk mencegah terjadinya klaster baru di sekolah, Wali Kota Depok Mohammad Idris melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan PTMT di sejumlah sekolah di Kecamatan Tapos dan Kecamatan Cilodong.

Peninjauan dilakukan Mohammad Idris di SDN Sukatani 7, SMP Negeri 6 Depok, dan SD Islam Terpadu Amal Mulia Sukamaju Baru.

Pemimpin Kota Depok menjelaskan, pelaksanaan PTMT hanya dilakukan dua hari dalam satu minggu dengan durasi paling lama dua jam setiap hari.

“Jumlah siswa dalam setiap sesi kegiatan belajar mengajar juga dibatasi. Hari belajar lainnya dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR), tentunya berdasarkan jadwal yang diatur oleh satuan pendidikan dengan pengaturan sesi,” ungkap Wali.

“Alhamdulillah penerapan prokes sudah cukup baik, guru dan siswa sudah siap melaksanakan PTMT. Mereka juga rata-rata sudah divaksin. Nantinya, kami pun akan keliling untuk melakukan swab test secara berkala, sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19,” imbuhnya.

Semua siswa dan perangkat sekolah, kata Wali, harus selalu disiplin prokes, baik di dalam dan luar sekolah. Manfaatkan fasilitas pendukung prokes yang ada di sekolah, seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer

“Pelaksanaan PTMT akan dievaluasi. Bila ada sekolah yang melanggar, bisa ditutup,” tegas Mohammad Idris.

Terpisah, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono juga melakukan peninjauan di sejumlah sekolah yang menerapkan PTMT.

Dalam uji coba PTMT, Imam Budi Hartono meminta kepada sekolah agar menjalankan serta mengikuti prosedur prokes atau. Sebab, PTMT dijalankan masih di tengah pandemi Covid-19.

“Semua sekolah yang ada di Kita Depok, baik negeri maupun swasta sudah menjalankan PTMT. Tapi mohon diingat agar sekolah menjalankan prokes yang ketat,” tutur Imam Budi Hartono saat monitoring PTMT.

Tujuan penerapan prokes yang ketat selama PTMT, sambung Imam, agar jangan sampai terjadi klaster baru Covid-19.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi penerapan proses yang ketat wajib dijalankan selama PTMT” ujar Imam.

Selama monitoring, Imam Budi Hartono menilai pelaksanaan PTMT di seluruh sekolah, sudah sangat baik.

Mulai dari jam masuk siswa yang bergantian, waktu belajar di kelas, hingga penerapan prokes seperti kewajiban membawa masker cadangan, hingga hand sanitizer bagi murid pun sudah dilakukan.

“Mungkin hal yang baru, karena sebelum pandemi tidak melakukan seperti itu. Harus bawa peralatan pribadi serta makan minum sendiri,” terang Imam Budi Hartono.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat ini pun berpesan kepada para siswa agar terus menjaga kesehatan mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, khususnya Kota Depok.

“Jika sakit di kelas, langsung izin kepada guru untuk pulang. Kesehatan itu nomor satu,” pungkasnya. (Indra)

105