Home Uncategorized Depok Keluarkan SE Terkait PJJ
Depok Keluarkan SE Terkait PJJ

Depok Keluarkan SE Terkait PJJ

3
0

METRO DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak mengizinkan satuan pendidikan atau Satdik mulai dari tingkat PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga Lembaga Pendidikan Non Formal untuk melakukan pembelajaran tatap muka pada Tahun Pelajaran 2021/2022.

“Pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan Belajar Dari Rumah (BDR) atau PJJ mulai 19 Juli 2021,” tutur Wali Kota Depok Mohammad Idris melalui Surat Edaran Nomor: 420/367/Huk/Disdik tentang Pembelajaran Tahun Pelajaran 2021/2022 Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kota Depok, Sabtu (10/07).

Melalui surat edaran tersebut juga disampaikan perihal waktu pelaksanaan jam belajar mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, hari pembelajaran pada Senin sampai dengan Jumat, serta pembelajaran disesuaikan dengan jadwal pelajaran masing-masing satuan pendidikan.

“Selama pembelajaran masa pandemi Covid-19 siswa berada di rumah dengan pengawasan dari orang tua atau wali. Sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran, guru wajib menyapa siswa dan memimpin doa bersama,” katanya.

Selama kegiatan pembelajaran, lanjutnya, guru berada di satuan pendidikan masing-masing dan secara berkala melakukan penyemprotan desinfektan.

“Para guru difasilitasi media pembelajaran jarak jauh. Satuan pendidikan juga memfasilitasi bahan pembelajaran bagi siswa yang tidak memiliki sarana PJJ,” terangnya.

Pembelajaran di setiap satuan pendidikan agar dilaksanakan kegiatan belajar yang kreatif dan menyenangkan.

“Selama pembelajaran daring, siswa dan guru mengenakan seragam sesuai ketentuan seragam yang ditetapkan sekolah,” terangnya.

Lebih lanjut diutarakannya, satuan pendidikan dapat memfasilitasi layanan klinik belajar bagi siswa yang memerlukan pelayanan khusus maksimal satu jam dengan cara, guru atas izin orang tua siswa melakukan kunjungan ke rumah atau memanggil siswa datang ke sekolah maksimal tiga orang per hari.

“Pelaksanaan BDR akan dievaluasi setelah tiga bulan dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 di Kota Depok. Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita semua, harus dipastikan bahwa dalam melaksanakan BDR tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Kota Depok Habib Syarif Gasim Husin Al Attas menyebutkan wacana penundaan tatap muka pada Juli ini sangat baik. Hal ini pihaknya melihat tren kasus Covid-19 di Depok masih tinggi.

“Ada rencana untuk PTM di bulan Juli 2021 ya. Tapi keadaan sedang tidak memungkinkan untuk itu,” tutur Habib Gasim, Kamis (01/07).

Dia menyadari banyak penundaan PTM akan menuai pro dan kontra dari masyarakat. Namun saat ini, kata Habib, hal utama yang harus diprioritaskan adalah keselamatan warga Kota Depok.

“Kami mengerti kalau anak-anak kita sudah rindu bersekolah dan bertemu dengan teman-temannya. Tapi kalau dipaksakan, resiko yang akan kita pertaruhkan adalah keselamatan putra dan putri kita,” imbuhnya.

Habib mengaku belum tau sampai kapan penundaan ini akan berlangsung. Yang pasti, sambungnya, semester baru yang dimulai Juli nanti masih menggunakan sistem pembelajaran daring.

“Kemungkinan besar akan ditunda. Tapi sampai kapan penundaannya, masih harus kami bahas di komisi dan leading sector lainnya. Termasuk Dinas Pendidikan,” terangnya.

Menurut Habib, vaksinasi anak menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pihaknya dalam pembahasan terkait PTM. Meski pemerintah sudah menggenjot vaksinasi untuk guru, belum ada vaksin untuk anak-anak usia PAUD, TK atau SD.

“Seandainya ada guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, anak-anak yang rentan akan positif juga. Inilah salah satu pertimbangan kita untuk menahan, agar jangan sampai mereka tertular dan menularkan,” tuturnya.

Habib memohon maaf kepada orang tua yang mungkin keberatan dengan penundaan PTM ini. Dia berharap, semua pihak bersabar sampai pemerintah dapat mengendalikan penularan Covid-19 secara tuntas.

“Doakan dan support kami agar bisa terus berjuang demi keselamatan warga kota depok. Baik usia dini, maupun untuk lanjut usia yang sama-sama rentan terhadap Covid-19,” pungkasnya.

3