Home Hot News Depok Sabet AMPL Award 2017
Depok Sabet AMPL Award 2017

Depok Sabet AMPL Award 2017

17
0

METRO DEPOK – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengelola air limbah dalam beberapa tahun ini membuahkan hasil. Atas keseriusan tersebut, Pemkot Depok meraih penghargaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Award 2017 kategori penghargaan Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Air Limbah.

 

Penghargaan tersebut diberikan dan diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro kepada Walikota Depok Mohammad Idris dalam acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2017, di Hotel Le Meridien, Jakarta, kemarin.

 

Penghargaan ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan untuk Kota Depok yang dalam dua tahun ini konsen dan memiliki komitmen tinggi dalam mengelola air limbah. Eksistensi tersebut ditunjukkan melalui besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok, serta jumlah septictank  yang dibuat dalam program hibah air.

 

Bukan itu saja, tingginya pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016, kepemilikan IPLT dan keberfungsiannya dan keikutsertaan aktif Kota Depok dalam program layanan lumpur tinja terjadwal membuat Depok mendapatkan penghargaan tersebut.

 

Walikota Depok, Mohammad Idris usai acara menuturkan, KASN adalah suatu ajang komunikasi dan advokasi terbesar di sektor air dan sanitasi yang diselenggarakan dua tahun sekali oleh kementerian atau lembaga dalam Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL).

 

“Kegiatan ini dirancang untuk peningkatan komitmen dan peran serta para pemangku kepentingan terkait (Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta, LSM, NGO, Akademisi, dan sebagainya). Dalam acara tersebut juga turut dibahas pemenuhan akses air minum dan sanitasi melalui peningkatan optimasi pembiayaan yang ada,” tutur Walikota.

 

Hal ini, katanya lagi, bertujuan untuk memberikan solusi terhadap masalah pembiayaan air minum dan sanitasi serta meningkatkan komitmen stakeholders pembangunan, baik pemerintah maupun non pemerintah dalam mencapai 100% akses sanitasi dan air minum tahun 2019 dan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

 

“Penghargaan yang baru saja diraih ialah penghargaan dalam hal sanitasi dan pengelolaan air limbah. Hal tersebut merupakan komitmen yang tertuang dari MoU yang dibuat Pemerintah Kota Depok dengan kementerian,” ujarnya.

 

Ia pun menjelaskan, salah satu komitmen dalam MoU adalah pengembangan IPLT yang ada di Kalimulya untuk lebih modern dan lebih besar kapasitasnya. Selain itu, hingga 2017 ini ada pembangunan 800 septictank yang tersebar di 31 titik di Kota Depok, yang 1 titiknya bisa menampung 40 KK.

 

“Dari PAD sendiri yang berjumlah 1 triliun diperuntukkan baru beberapa persen saja untuk sanitasi. Selebihnya untuk pembangunan infrastruksur lain seperti jalan dan lainnya, serta urusan kepemerintahan lain,” paparnya.

 

Karena itu, lanjut Idris, untuk membangun sanitasi di seluruh Kota Depok membutuhkan dukungan dan support dari sumber lainnya, baik itu dari dana bantuan ataupun dari dana yang bersumber keswadayaan masyarakat.

 

Sampai saat ini, baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang sudah membantu dan ikut serta dalam membangun dan berkolaborasi membangun Depok.

 

“Untuk di Depok sendiri, BAZNAS sudah ikut berpartisipasi dalam membangun sanitasi serta Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) baik itu yang tidak maupun yang sudah termasuk septictank. Melalui partisipasi ini, kami ingin membangun Depok bersama seluruh elemen masyarakat agar tagline Depok Friendly City bisa terwujud,” tandasnya.(ws)

 

17

Ad Banner 728 x 90