Home Dibaleka Depok Siap Jadi Kota Pertama Vaksin Covid
Depok Siap Jadi Kota Pertama Vaksin Covid

Depok Siap Jadi Kota Pertama Vaksin Covid

69
0

METRO DEPOK – Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengutarakan kesiapan Depok untuk menjadi kota pertama di Indonesia yang akan menerima vaksin Corona Virus Disease (Covid-19).

“Jadi, kita melakukan vicon meeting dengan Gubernur. Kita sampaikan di Kota Depok dari kasus terkonfirmasi sebanyak 5.000 sekian, terus kontak yang masih dianggap efektif ada 1.193, yang sembuh sudah ada 4.044,” ungkapnya.

Dari jumlah kasus tersebut, lanjutnya, dengan jumlah penduduk Kota Depok yang mencapai 2.457.000 jiwa, dengan luas wilayah hanya 200,3 km2 dengan rata-rata kepadatan 12.000, artinya Kota Depok ini menjadi bagian yang akan diprioritaskan untuk pemberian vaksin pada saat vaksin sudah hadir.

“Kabarnya akan dilakukan pada November. Sambil menunggu vaksin itu hadir, tentunya kita harus melakukan beberapa langkah-langkah dan persiapan,” katanya.

Dedi memaparkan, perlunya Depok sebagai pilot project vaksinasi Covid-19 karena dari sejarahnya virus ini hadir pertama kali di Depok.

Selanjutnya, Depok selalu masuk kategori lima besar kasus, khususnya di Jawa Barat. Depok juga menjadi pintu gerbang lalu lintas, baik menuju Ibukota Jakarta maupun ke kota/kabupaten di Jawa Barat.

“Tentunya sangat relevan kalau sudah hadir vaksin, berharap bisa diberikan di Kota Depok,” katanya.

Lebih lanjut Dedi menerangkan, tujuan pemberian vaksin ini antara lain adalah menurunkan angka kematian, mencapai kekebalan tubuh bagi masyarakat, dan melindungi tingkat kesehatan masyarakat.

“Setelah masyarakat sudah kebal, bisa meningkatkan produktivitas dan kita juga berharap dengan meningkatkan produktivitas dapat meminimalisir dampak sosial ekonomi dari Covid-19,” harapnya.

Namun, jelang datangnya vaksin ada beberapa yang perlu dilakukan. Pertama, melakukan survei dan saat ini sedang coba dimintai tanggapan dari masyarakat.

“Nanti, akan ada sebagian masyarakat yang muncul seolah-olah tidak menerima vaksin. Alasan tidak yakin akan keamanannya, tidak yakin efektivitasnya, takut terhadap efek samping, termasuk yang tidak percaya vaksin. Ini kerja keras kita, sebelum vaksin hadir,” paparnya.

Mengenai sasaran prioritas pemberian vaksin, Dedi menuturkan tahap pertama diutamakan bagi penduduk atau masyarakat yang punya resiko tinggi.

“Mereka itu yang merupakan garda terdepan dalam melakukan pelayanan publik, seperti petugas medis, para medis, yang melakukan kontak tracking, TNI/Polri yang bergerak di gugus tugas menangani Covid-19,” jelasnya.

Selanjutnya, bergerak ke tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga pendidik, aparatur pemerintah, peserta BPJS, hingga ke masyarakat pelaku ekonomi. Terkait vaksinasi, lanjutnya, perlu dipersiapkan juga kapasitas SDM dalam pelaksanaan imunisasi.

“Program ini lebih kepada pelayanan imunisasi Covid-19. Karena itu tentunya perlu SDM yang harus dilatih menjadi vaksinator. Pada akhirnya akan dibuatkan menjadi SOP pada saat masyarakat akan mengikuti vaksin,” ujarnya.

Pada intinya, Pemerintah Kota Depok siap untuk menjadi pemerintahan kota yang pertama kalau jamnya vaksin itu telah hadir di negara ini.

“Secara data, Depok memiliki 38 puskesmas, 24 rumah sakit, 175 klinik, total 7.766 tenaga kesehatan. Ini akan menjadi SDM sebagai vaksinator,” pungkasnya. (Indra)

69