Home Olahraga Gagal Muscab, Perbasi Depok Diambil Alih Pengprov
Gagal Muscab, Perbasi Depok Diambil Alih Pengprov

Gagal Muscab, Perbasi Depok Diambil Alih Pengprov

42
0

Metro Depok – Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Depok yang dijadwalkan pada Rabu (21/3) malam urung terlaksana. Penyebabnya, klub-klub basket yang merupakan peserta muscab ternyata belum mengantongi SK (Surat Keputusan) dari Pengurus Cabang (Pengcab) Perbasi Kota Depok.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi Jawa Barat, Alen Rismayadi menyampaikan sebelum pelaksanaan muscab, dilakukan pengecekan keabsahan SK klub-klub basket di Kota Depok, yang berada di bawah naungan Pengcab Perbasi Kota Depok. Hasilnya, tidak satu pun klub mengantongi SK dari pengcab.

“Dari hasil konsolidasi sebelum muscab, setelah dicek keabsahan SK klub selaku peserta muscab, ternyata semua tidak memegang SK. SK ini tidak hanya dari pengurus yang kemarin, tapi bisa dari yang sebelumnya. Yang penting legal formal ada. Karena syarat admimistrasi tidak dapat dipenuhi, muscab tidak bisa diselenggarakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut diutarakannya, keberadaan klub yang telah mengantongi SK merupakan syarat pelaksanaan muscab. Pasalnya, klub adalah peserta dan pemilik suara untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ketua pengcab periode selanjutnya.

“Jika pelaksanaan muscab tetap dijalankan, sementara SK klub tidak ada, itu bertentangan dengan AD/ART. Karena itu, muscab ini tidak dapat digelar,” tuturnya.

Alen menuturkan, carateker memiliki waktu hingga 31 Maret 2018 untuk melaksanakan muscab, dengan syarat melengkapi SK klub. Namun, hal itu diyakini tidak akan dapat dilakukan mengingat minimnya waktu yang tersisa.

“Sesuai dangan tanggal yang ditentukan, carateker dapat melaksanakan muscab hingga 31 Maret 2018. Tapi sepertinya tidak mungkin kekejar untuk pengurus carateker mengurusi semuanya. Karena itu, sampai batas waktunya nanti berakhir pada 31 Maret, setelah itu kepengurusan pengcab akan diambil alih pengprov,” tuturnya.

Setelah itu, katanya lagi, pengprov akan mengembalikan kepada KONI Kota Depok selaku induk olahraga. “Koni kan ‘Bapaknya pengcab’. Nanti semua tentang pembentukan pengurus diserahkan ke KONI setempat. Dengan catatan KONI menyerahkan usulan kepada pengprov, Ini harus cepat dilaksanakan karena terkait penyelenggaraan Porda,” tandasnya.

Pengprov berharap ini akan menjadi awal agar kepengurusan Pengcab Perbasi Kota Depok lebih baik ke depannya. Selain itu, menjadi sebuah catatan atau PR bagi pengurus berikutnya, untuk mengeluarkan SK sebagai legalitas organisasi.

Sebagai informasi,, kepengurusan Perbasi Kota Depok sudah berakhir sejak November 2017 dan sementara dipegang carateker. Rencana muscab yang diajukan carateker sudah mendapat persetujuan pengprov karena menilai berkas telah siap. Namun seiring perjalanan, ternyata aalah satu syarat utama pelaksanaan muscab, yakni SK klub sama sekali tidak ada.(Her/MD/JPG)

42