Home Hot News Gunakan Akses Jalan, Pembangunan Taman di Mampang Digugat
Gunakan Akses Jalan, Pembangunan Taman di Mampang Digugat

Gunakan Akses Jalan, Pembangunan Taman di Mampang Digugat

57
0

Metro Depok – Seorang warga, Edy Syair melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Depok terkait pembangunan taman di Kompleks Perumahan Mampang Indah Dua, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas.

Edy menilai bahwa taman tersebut dibangun di atas jalan umum dan berimbas pada sulitnya mobilitas menuju lahan miliknya.

“Isi gugatannya adalah mengubah jalan umum ke lahan milik penggugat menjadi taman. Hal ini mengakibatkan penggugat tidak lagi mempunyai akses menuju lahan milik saya,” tutur Edy kepada Metro Depok, Senin (09/04).

Dijelaskannya, ada enam pihak yang digugat dan salah satunya adalah Walikota Depok, Mohammad Idris. Alasan gugatan ke Walikota Depok lantaran telah menerbitkan Tambahan Berita Acara tanggal 05 September 2017  Nomor 593/3009/BA.PSU/BKD/IX/2017.

Edy menuturkan, jalan berukuran 3×18 meter tersebut telah tercatat sebagai jalan umum serta telah menjadi aset Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Hal ini berdasarkan Berita Acara Nomor 593/2377/BA.PSU/DPPKA/XI/2015 tanggal 24 November 2015 tentang Pernyataan Perolehan Aset Atas Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman Perumahan Mampang Indah Dua, Kelurahan Rangkapan Jaya dan Kelurahan Mampang Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok.

“Selain itu, dalam peta lokasi di sertifikat tanah saya juga tergambar jalan masuk ke lahan itu,” katanya.

Edy menjelaskan, dirinya telah membeli lahan seluas 1.348 meter2 di tahun 2016. Ia pun sampai September 2017 senantiasa memasuki lahan tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat (mobil-red) tanpa adanya hambatan atau gangguan dari siapapun. Namun, dirinya dikejutkan dengan adanya spanduk di atas jalan umum tersebut kalau lahan itu bukanlah jalan umum melainkan milik warga pada 17 Agustus 2017.

“Saya pun memberikan surat teguran (somasi-red) kepada warga yang memasang maupun kepada orang yang memerintahkan pemasangan spanduk tersebut. Tapi teguran ini tidak diindahkan, malah mereka memasang penghalang berupa tiga buah patok yang dicor tepat di depan pintu pagar lahan saya,” paparnya.

Atas dasar tersebut, lanjut Edy, perlakuan tersebut dianggapnya merupakan perbuatan melawan hukum dan dirinya mengambil langkah gugatan ke Pengadilan Negeri Kota Depok.

Ia pun mengaku kalau dirinya sempat bersurat untuk bertemu ke Walikota Depok terkait perihal tersebut. Namun sampai adanya gugatan tersebut sama sekali tidak diindahkan. Bukan saja surat permohonan bertemu, dirinya juga mengirimkan surat permohonan pembatalan tambahan berita acara.

“Dalam gugatan ini saya meminta ganti rugi materiil sebesar Rp2.696.000.000 dan ganti rugi immateriil sebesar Rp5.392.000.000,” tandasnya. (WS/MD/JPG)

57

Ad Banner 728 x 90