Home Dibaleka Harga Ayam dan Telur di Depok Merangkak
Harga Ayam dan Telur di Depok Merangkak

Harga Ayam dan Telur di Depok Merangkak

16
0

Metro Depok – Hari pertama memasuki Bulan Ramadan 1439 Hijriah, harga jual daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Depok terbilang masih tinggi. Warno, salah satu pedagang ayam di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, mengatakan harga ayam sudah naik sejak Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Harga tertinggi saat ini sudah mencapai Rp40.000 perekor yang biasanya harga ayam perekor tidak sampai harga tersebut. Untuk menyiasati itu, Warno terpaksa mengurangi jumlah stok ayam untuk dijualnya.

Dia biasanya menjual hingga 100 ekor per hari, kini hanya bisa menjual 80 ekor per hari. Konsekuensinya ialah omzetnya memang mulai merosot.

“Kemungkinan jelang Idul Fitri nanti harga akan semakin naik. Saya enggak tahu apa penyebabnya, tapi kata pemerintah harga pakan ternaknya lagi tinggi,” katanya.

Pedagang lainnya Yanto menambahkan harga ayam kian tak terjangkau. Di Pasar ayam potong mengalami kenaikan sangat drastis hingga Rp40 ribu per kilogramnya.

“Padahal sempat Rp28 ribu per kilonya, tapi untuk kembali ke harga semula sepertinya berat, sekarang aja kita pantau harganya sudah mencapai Rp40.000 perkilogram,” katanya.

Daging ayam yang kian meroket membuat para pedagang di pasar Depok merasa was-was dan merugi, karena harga ayam sekarang tinggi sekali, omzetnya pun menurun drastis.

“Saya semula bisa menjual 100 ekor per hari. Tapi sekarang 40 ekor saja yang laku, saya sudah bersyukur,” ujarnya.

Sebab, harga yang semakin menggila ini, berharap pemerintah dapat menurunkan harga. Jika tidak, akan banyak pedagang yang rugi, karena dagangannya tidak laku.

Di pasar Sukatani di Tapos, harga daging ayam juga masih tergolong tinggi. Harga ayam yang dijual perkilonya berada pada angka Rp40.000 ribu per kilogramnya.

Sujono mengatakan, tingginya harga ayam saat ini disebabkan kian mahalnya harga pakan ayam. “Pakannya mahal dan dari luar negeri,” kata dia.

Sejumlah pedagang ini pun merasa kebingungan karena konsumen yang biasa datang, banyak yang tidak jadi membeli karena harga ayam yang mahal.

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Ayam Depok Widodo membenarkan harga ayam di bulan Ramadan ini mengalami kenaikan yang sangat drastis.

“Untuk saat ini harga daging ayam jenis broiler mengalami kenaikan harga hingga Rp40.000 perkilogram, kami rasa kenaikan harga ayam itu disebabkan pasokan yang minim dan karena bulan Ramadan ini,” katanya.

Dia tidak mengetahui kapan harga ayam tersebut akan normal kembali, dikarenakan harga terus situsional bisa naik dan turun harganya.

Tidak hanya daging ayam yang mengalami kenaikan harga, harga telur juga naik. Yang biasanya harga sekitar Rp20.000 perkilogram saat ini harganya mencapai Rp26.000 bahkan Rp28.000 di warung kelontong.

Wali Kota Depok Mohammad Idris menilai harga sembilan bahan pokok dan harga komoditas lainnya dinilai masih stabil, jika ada kenaikan merupakan hal yang wajar.

“Kami lihat masih stabil. Kalaupun ada kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Kenaikan itu karena makin tingginya permintaan,” ungkap Wali Kota Depok Mohammad Idris saat meninjau harga sembako di Pasar Sukatani, Kecamatan Tapos.

Di Pasar Sukatani, sejumlah pedagang satu persatu didatangi Wali Kota guna mengecek harga mulai dari cabai, bawang, sayur, daging, ayam, ikan, belut, kepala, bumbu dapur, hingga telur.

Dari hasil pengecekan tersebut, sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan, namun harga sembako masih tergolong stabil, seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan telur ayam kampung.

Sedangkan harga komoditi mengalami kenaikan, yakni daging sapi murni dari harga Rp120 ribu/kg menjadi Rp125 ribu/kg, cabe merah keriting dari Rp40 ribu/kg menjadi Rp40.700/kg, cabe rawit merah dari Rp40 ribu/kg menjadi Rp41 ribu/kg dan bawang merah dari Rp39.150 menjadi Rp40.600/kg. (Aji/MD/JPG)

16

Ad Banner 728 x 90