Home Politik Hasanah Minta Debat Ketiga Dikaji
Hasanah Minta Debat Ketiga Dikaji

Hasanah Minta Debat Ketiga Dikaji

165
0

Metro Depok – Calon Gubernur Jawa Barat yang diusung PDI Perjuangan TB Hasanuddin meminta kepada KPU Jawa Barat untuk mengkaji apakah penyelenggaraan debat ketiga Pilgub Jabar apakah perlu dilaksanakan atau tidak.

Permintaan ini disampaikan menyusul adanya insiden kericuhan pada pelaksanaan debat kedua yang diselenggarakan di Balairung UI, Depok, beberapa waktu lalu.

“Mengenai rencana debat terakhir harus ditanyakan kepada aparat keamanan apakah perlu dilaksanakan atau tidak, daripada terjadi hal-hal yang diinginkan. Kita khawatir. Harus dipertimbangkan kondusif atau tidak,” ungkap TB Hasanuddin di sela kegiatan santunan yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan di sekretariat DPC PDI Perjuangan, Grand Depok City, Sukmajaya, Sabtu (26/5).

Menurutnya, kericuhan yang terjadi pada debat kedua tersebut menggambarkan integritas masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur. Dengan begitu, masyarakat Jabar bisa semakin yakin memilih siapa pemimpinnya lima tahun mendatang.

Yang paling penting dari seorang pemimpin adalah integritas. Mengenai kemampuan menyelesaikan pemasalahan semua punya modal, apalagi nantinya ada banyak staf yang ikut membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat.

“Yang paling penting adalah suasana tetap kondusif perlu atau tidaknya. Di Sulewasi Selatan kan debat disetop karena lebih banyak mudaratnya,” katanya.

Hasan juga menyoroti perihal naiknya pasangan Hasanah dalam sejumlah survei pascadebat kedua. Namun menurutnya, itu bukan menjadi referensi atau tujuan. Yang paling penting adalah saat nanti pelaksanaan pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

“Tanggal 27 akan menjadi pembuktian siapa yang dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat,” pungkasnya.

Tim Pemenangan Hasanah Waras Wasisto juga menyayangkan peristiwa yang terjadi pada debat kedua. Waras menilai sejak awal semua pihak yang terkait dengan Pilgub Jabar sudah bersepakat, bahkan KPU Jawa Barat telah melauncing Pilkada Jabar menjadi pesta demokrasi dan pesta rekreasi demokrasi.

“Kejadian kemarin meski dikatakan sengaja sebagai bagian dari strategi, yang kemudian memancing pihak lain bereaksi, kami menilai itu sifatnya sudah provokasi. Artinya, yang bersepakat Pilkada Jawa Barat aman, damai, gembira, dan sukacita, dengan kejadian kemarin suasana politik di masyarakat seperti api dalam sekam. Semua orang punya pendukung. Semua kadidat punya massa loyalis, sudah saling ancam,” papar Waras.

Debat kedua, katanya lagi, harus menjadi pelajaran. Jika tidak ada jaminan penyelengraan debat terakhir tidak akan membuat suasana lebih tidak kondusif lagi, sebaiknya tidak usah dilaksanakan. Namun apabila pihak terkait mampu menjamin pelaksanaannya kondusif, sah-sah saja.

“Kita siap apapaun kondisinya. Yang kita sayangkan adalah kan banyak pendukung yang kemarin tidak datang dari berbagai daerah menanyakan dimana penyelenggaraan debat terakhir, mereka mau ramai-ramai (datang),” tandasnya. (Her/MD/JPG)

165

Ad Banner 728 x 90