Home Dibaleka Jaga Harmoni Jelang Pilgub
Jaga Harmoni Jelang Pilgub

Jaga Harmoni Jelang Pilgub

47
0

Metro Depok – Perbedaan pilihan dalam pelaksanaan pesta demokrasi berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di masyarakat. Sering kali karena perbedaan jago yang diusung memunculkan benih-benih konflik antar pendukung.

Karena itulah, dalam upaya mewujudkan Kota Depok yang harmonis dalam penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat  Pilgub Jabar 2018, Kodim 0508 Depok bersama Pemerintah Kota Depok, melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok menggelar Sinergitas Ormas/LSM, di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Rabu (07/08).

Walikota Depok, Mohammad Idris menyampaikan ormas dan LSM berkontribusi mewujudkan demokratisasi dalam penyelenggaraan pemilihan umum. Di tahun politik seperti sekarang ini, ormas dan LSM diharapkan lebih ajeg sesuai fungsinya.

“Jika ada ormas, LSM, atau perorangan yang melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis diharapkan menjadi pionir guna mewujudkan politik yang harmoni, politik yang bersahabat. Depok sedang menata diri, wujudkan harmoni, sesuai tagline Depok Bersahabat,” ungkap Wali.

Idris mengutarakan berdasarkan survei CEPP FISIP UI, indeks kerukunan di Kota Depok terbilang cukup rukun dan indeks konflik masih kategori cukup aman. “Kondisi ini harus kita tingkatkan dan saya yakin dengan kedewasaan berorganisasi yang diperankan ormas dan LSM di Kota Depok akan tercapai sesuai harapan,” tandasnya.

Kegiatan yang disambut antusias anggota ormas dan LSM ini menghadirkan narasumber Dandim 0508 Depok Letkol Inf R Moch Iskandarmanto, Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto, Kepala Kesbangpol Dadang Wihana, dan Ketua Divisi Perencanaan Data dan Teknis Pemilu KPU Kota Depok Suwarna Wiryasumarta.

Kepala Kesbangpol, Dadang Wihana menambahkan survei yang dilaksanakan CEPP FISIP UI Depok mencakup indeks kerukunan dan indeks konflik sosial. Tujuan survei untuk mengetahui seperti apa Kota Depok berdasarkan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, lepas dari intervensi.

“Hasil survei skor indeks kerukunan Kota Depok per kecamatan dilihat dari tiga indikator utama, yaitu kerukunan seagama cukup rukun, kerukunan antar umat beragarama lebih tinggi dari kerukunan seagama, serta kerukunan antar ras, suku, budaya dan etnik lebih tinggi lagi. Dengan agregat total 23,20, kesimpulan kategori cukup rukun,” papar Dadang.

Selanjutnya, indeks konflik sosial berdasarkan indikator orientasi politik, relasi sosial, sumber daya ekonomi, identitas wilayah, identitas suku dan ras, serta identitas agama dan kepercayaan.

“Yang paling baik adalah identitas agama dan kepercayaan, tidak rawan potensi konfliknya. Yang nilainya tinggi adalah sumber daya ekonomi. Jadi, konflik akibat akses-akses ekonomi di antara warga, tapi masih dalam kategori cukup aman,” tandasnya.

Sementara, Dandim 0508 Depok, Letkol Inf R Moch Iskandarmanto menyampaikan materi tentang proxy war yang dapat diartikan perang yang dilakukan dengan melibatkan tangan pihak lain, sehingga sulit untuk mengetahui mana kawan mana lawan.

“Solusinya adalah kembali ke empat pilar, yaitu UUD 1945, pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya. (Her/MD/JPG)

47