Home Hot News Jambore Literasi se-Jawa Barat, Dua Pelajar Depok Raih Emas
Jambore Literasi se-Jawa Barat, Dua Pelajar Depok Raih Emas
0

Jambore Literasi se-Jawa Barat, Dua Pelajar Depok Raih Emas

8
0

Metro Depok – SDIT Miftahul Ulum (MU) yang berlokasi di Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, mendapat kehormatan yang luar biasa karena sebanyak 12 siswanya mengikuti ajang Jambore Literasi se-Jawa Barat (Jabar) 2017 yang digelar di Jatinangor, baru-baru ini.

Tidak hanya mewakili, ke-12 siswa yang mewakili Kota Depok mendapatkan penghargaan, yakni 10 pelajar mendapat medali dan sertifikat dari gubernur Jawa Barat, sedangkan  2 pelajar meraih medali emas dari Pemerintah Australia Selatan.

“Dua pelajar dapat piagam emas dari pemerintah Australia Selatan menjadi perwakilan dari Depok,” kata kepala Seklah SDIT Miftahul Ulum, Dedy Susanto, Senin (13/11).

Dua pelajar ini yang mendapatkan medali emas, karena mereka membuat tulisan tentang Australia. Dimana, 300 anak dalam kegiatan tahunan itu mendapatkan penghargaan tersebut.” Termasuk pelajar kami dapat medali emas yang mewakili Kota Depok di ajang internasional ini,” bebernya.

Ia menyebutkan, dua nama pelajar yang mendapatkan medali emas dari Pemerintah Australia Selatan, yaitu M Aouriel Ghifari dan M Qusayry Abdullah. “Penghargaan ini sebagai bukti bagi kami atas penerapan membaca 15 menit dalam kelas, karena tiap kelas kami sediakan perpustakaan kecil,” bebernya.

Ia menambahakan, dalam jambore tersebut, para siswa yang ikut ditantang untuk membaca minimal 24 buku dalam satu tahun. Sedangkan, SDIT ini telah membiasakan bagi siswa untuk membaca buku setiap hari.

Sedangkan di acara tersebut ditantang  membaca senyap selama 40 menit, lalu menyampaikan isi buku yang dibaca. “Kegiatan ini tentu menumbuhkan minat baca dan menulis bagi siswa peserta. Kami pun tidak menyangka dapat penghargaan  medali dari pemerintah luar negeri,” katanya.

Sambung dia, di Jambore Literasi ini mengambil tema “Tangguh Taklukan Tantangan, Menjadi Cahaya Peradaban”. Kegiatan meliputi pameran karya literasi, ekspresi massal bahasa isyarat, pentas seni, dan kreativitas.

“M. Aouriel dan rekan-rekannya adalah potret siswa yang suka membaca karena memang punya minat membaca,” kata Dedy.

Menurut Dedy, minat baca adalah sebuah anugerah terbesar zaman ini ketika sebagian besar generasi anak sekolah lebih memilih main gadget (handphone, game, chatting online). “Membaca itu murah, menyenangkan, menghibur, memberi semangat, memberi pengetahuan tentang dunia, dan
pengalaman yang banyak sekali.” beberya.

Walikota Mohammad Idris yang hadir dalam acara penyerahan mendali penghargaan di SDIT Miftahul Ulum mengaku takjub akan keberasilan para pelajar Depok raih penghargaan tersebut. Ia menilai, penghargaan ini sebagai langkah awal untuk kedepan agar setiap sekolah menjalankan
program listerasi.

Sehingga, para siswa dan siswi di kota ini terbiasa membaca buku, tentunya perlu ada pengawasan bagi pihak sekolah. “Iya saya terharu melihat anak-anak semangat dalam membaca, bagaimana pun juga mereka adalah penerus bangsa ini, maka itu galakan listerasi,” kata Idris.

Ketua Yayasan Miftahul Ulum, H. Muhammad HM, bersyukur atas raihan penghargaan. Ini adalah bukti dari bahwa pihak sekolah mendidik anak-anak dengan benar, artinya listerasi di SDIT ini berjalan.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini tentunya, karena penghargaan dari internasional baru pertama kali kami raih,” ungkap Muhammad.(*)

 

8

Ad Banner 728 x 90