Home Pendidikan Kemendikbud Pantau UNBK Depok
Kemendikbud Pantau UNBK Depok

Kemendikbud Pantau UNBK Depok

44
0

Metro Depok – Jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari terakhir di dua SMK di Kota Depok, Kamis (05/04).

Kunjungan rombongan yang dipimpin Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno dan Ketua Badan Standard Nasional Pendidikan (BSMP) Bambang Suryadi ini memilih satu SMKN negeri dan satu SMK swasta di wilayah timur Depok.

Lokasi pertama yang didatangi adalah SMKN 1 yang berlokasi di Jalan Raya Tapos, Gang Bakti Suci Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos dan dilanjutkan ke SMK Taruna Bhakti di Jalan Raya Pekapuran, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis.

Totok menyampaikan secara umum pelaksanaan UNBK, termasuk di Kota Depok berjalan baik, lancar, dan tanpa kendala berarti. Kalau pun ada permasalahan, langsung dapat langsung diselesaikan di tingkat sekolah.

“Yang paling banyak permasalahan terkait listrik dan jaringan. Ada laporan sekolah yang mati listrik, ternyata kabel listrik tertimpa pohon roboh. Ada yang terlambat melaksanakan ujian di sesi pertama, tapi tetap bisa berjalan meski sampai malam dan itu tidak masalah,” ungkapnya.

Totok mengutarakan bahwa hampir seluruh sekolah di Indonesia telah melaksanakan UNBK. Hanya beberapa sekolah yang masih mengikuti ujian secara manual menggunakan kertas soal dan lembar jawaban.

Ditanya perihal banyaknya pelaksanaan ujian yang masih terbagi menjadi beberapa sesi, Totok menjelaskan hal itu tidak menjadi masalah. Menurutnya, ujian tidak perlu serentak karena membutuhkan investasi yang sangat besar.

“Kita ingin UN lebih fleksibel waktunya, dihadapi siswa lebih natural, mengikuti proses dari pendidikan itu. toh soalnya tidak sama. Kalau perlu rentang waktunya tidak mesti hanya empat hari,” tandasnya.

Dalam kunjungannya, Totok meminta kepada peserta untuk tidak menanggapi perial bocoran soal. Dirinya mengaku tidak yakin ada kebocoran soal mengingat dalam pelaksanan UNBK sudah dilakukan pengamanan berlapis.

“Isu itu. Setiap siswa juga kan soal berbeda. Selain itu soal bisa dibuka beberapa menit sebelum ujian dimulai. Jadi, kemungkinan kecil adanya bocoran. Ya, mudah-mudahan tidak ada,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M. Thamrin yang mendampingi rombongan dari Kemendikbud mengutarakan, meskipun SMK berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, namun para peserta merupakan aset dan kebanggaan Kota Depok.

Karena itu, dirinya berhap seluruh peserta mendapat hasil terbaik. “Tunjukkan anak Depok lebih baik dibandingkan daerah lain,” katanya.

Thamrin berharap setelah lulus, para siswa SMK bisa mencapai cita-cita, mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, menciptakan peluang kerja sesuai dengan keahlian yang dimili, dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan, jangan sampai terkendala masalah biaya. Belajar sungguh-sungguh, tunjukkan prestasi karena banyak beasiswa dari kementerian atau CSR lembaga lain,” tandasnya. (Her/MD/JPG)

44

Ad Banner 728 x 90