Home Hot News Koordinator Demo Pandawa Pernah Tersandung Kasus Hukum

Koordinator Demo Pandawa Pernah Tersandung Kasus Hukum

103
0

Metro Depok – Ada hal menarik dari para demonstran yang menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Aksi yang melibatkan puluhan orang ini dipimpin seorang pria yang cukup nyentrik, yakni Denny Andrian Kusdayat atau biasa disapa dengan Denny AK.

Denny AK dalam aksi itu mengaku sebagai pimpinan aksi sekaligus pengacara dari korban Koperasi Pandawa. Dalam demo ini, pihaknya meminta kepada Kejari dan PN Depok untuk terbuka atas kasus yang tengah berjalan dengan tersangka Salman Nuryanto dan 24 leader. Sebab, mereka menilai adanya kongkalikong dan sandiwara dalam persidangan kasus pandawa yang sudah berjalan 14 kali persidangan.

“Kami para nasabah juga tidak tahu kemana aset kita dan larinya kemana,” tuturnya, Kamis (02/11).

Sementara itu, dari data yang dimiliki dan dikumpulkan redaksi Metro Depok, Denny AK sendiri pernah tersandung sebuah kasus pemerasan. Denny AK pernah terlibat kasus dugaan pemerasan kepada salah satu provider, yakni Indosat sebesar Rp 30 Miliar beberapa tahun lalu. Dimana Denny AK tertangkap basah Direskrimum Polda Metro pada tanggal 20 April 2012 di Plaza Indonesia tengah melakukan pemerasan dengan Indosat.

Denny AK adalah seorang pekerja hukum yang memiliki sebuah firma hukum bernama Denny AK SH and Partners. Berbekal firma hukum ini, Denny AK kemudian sempat menjadi anggota IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group) atas rekomendasi saudara atau lebih tepatnya tantenya bernama Nurul Yakin Setya Budi yang menjabat sebagai Ketua IDTUG.

Rupanya, Denny yang dalam struktural IDTUG memegang posisi bidang hukum, memanfaatkan posisinya itu untuk mencari celah-celah hukum dalam industri telekomunikasi. Menurut pendiri IDTUG, Barata Wisnuwardhana, keterlibatan Denny AK dalam “merancang” kasus Value Added Service (VAS) Indosat membuat organisasi memutuskan melakukan pemecatan terhadap Denny AK. Tidak sampai disitu, Denny pun mendirikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bernama Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI). Melalui kedok LSM KTI tersebut, Denny AK kemudian melancarkan sejumlah aksi-aksi aneh di industri telekomunikasi.

Dari LSM inilah dirinya diduga merancang semua permasalahan, termasuk salah satunya adalah melaporkan Sitra dan Berca atas tuduhan pembohongan 4G dan BWA (Broadband Wireless Access). Namun pekan lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan menolak gugatan Denny AK via LSM KTI terhadap Sitra dan Berca. Akibat kegarangan ini dan beberapa sepak terjangnya, membuat pihak Kepolisian merancang aksi tangkap tangan untuk Denny AK. (Red/MD/JPG)

103

tags: