Home Dibaleka Kota Depok Terapkan PSBB Proporsional Sampai 2 Juli
Kota Depok Terapkan PSBB Proporsional Sampai 2 Juli

Kota Depok Terapkan PSBB Proporsional Sampai 2 Juli

173
0

METRO DEPOK – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) hingga 2 Juli mendatang.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.304-Hukham/2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional di Daerah Kabupaten Bogor, Daerah Kota Bogor, Daerah Kota Depok, Daerah Kabupaten Bekasi dan Daerah Kota Bekasi Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, yang memutuskan PSBB Secara Proporsional di Wilayah Bodebek sampai dengan 2 Juli 2020.

Selanjutnya untuk Kota Depok dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/236/Kpts/Dinkes/Huk/2020 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Depok.

“Kota Depok berdasarkan evaluasi Provinsi Jawa Barat berada pada level 3 (kuning), hal ini pun dengan memperhatikan tren perkembangan kasus Covid-19 Kota Depok,” tutur Wali Kota Depok Mohammad Idris, Kamis (04/06).

Idris menjelaskan, evaluasi angka reproduksi efektif (Rt) Kota Depok per tanggal 4 Juni, didapatkan bahwa median Rt mencapai angka 0.44, setelah sebelumnya secara berturut-turut sejak tanggal 26 Mei 2020 telah mengalam penurunan angka Rt < 1, yaitu tanggal 28 Mei 2020 sebesar 0.89, tanggal 31 Mei 2020 sebesar 0.44, dan tanggal 2 Juni 2020 sebesar 0.57. “Besar harapan kami angka Rt ini terus mengalami penurunan dan tidak terjadi penularan Covid-19 di Kota Depok,” jelasnya. Penurunan angka Rt ini, katanya lagi, diharapkan seluruh warga semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap dimensi kehidupan bermasyarakat di Kota Depok, dan bukan berarti dapat melakukan aktivitas secara bebas sehingga euporia. "Kita harus tetap melaksanakan protokol dengan konsisten dan penuh kedisiplinan, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari," katanya. Dengan diterapkannya PSBB Proporsional, beberapa aktivitas sosial ekonomi yang akan dibuka, yaitu tempat ibadah, warung makan/restoran/cafe dengan kapasitas 50 persen dibuka mulai tanggal 5 Juni 2020. Restoran di mal tetap dilayani dengan take away. Selanjutnya, perkantoran dan industri manufaktur dibuka mulai 8 Juni 2020, mal dengan kapasitas 50 persen mulai dibuka tanggal 16 Juni 2020, serta untuk 11 sektor yang telah diizinkan beroperasi selama PSBB dapat diteruskan. "Protokol dan pengaturan aktivitas lainnya dapat dilihat dalam Peraturan Walikota Depok Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pencegahan dan Pengendalian COVID-19," paparnya. Sedangkan untuk Pembatasan Sosial Kampung Siaga Covid-19 (PSKS), telah dituangkan dalam Keputusan Walikota Depok Nomor 443/235/Kpts/Dinkes/Huk/2020. "Adapun hasil evaluasi kasus konfirmasi positif di setiap RW pada Kelurahan dengan jumlah kasus sama dengan atau lebih dari 6 di Kota Depok, terdapat 25 RW yang ditetapkan PSKS dengan protokol yang diatur secara khusus," jelasnya. "Masa transisi menuju Aktivitas Kebiasaan Baru (AKB) bukan berarti kita dapat beraktifitas dengan bebas, akan tetapi kita harus disiplin dengan protokol PSBB Proporsional, agar tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari. GTPPC Kota Depok akan menerapkan pengaturan berupa protokol, dan jika melanggar akan dikenakan sanksi," pungkasnya. (Indra)

173