Home Dibaleka Kota Depok Terapkan PSKS di 31 RW
Kota Depok Terapkan PSKS di 31 RW

Kota Depok Terapkan PSKS di 31 RW

150
0

METRO DEPOK- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok saat ini telah melakukan identifikasi wilayah Rukun Warga (RW) yang akan masuk dalam pengaturan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS). Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam rilis resminya, Selasa (02/06).

“Dari 19 kelurahan yang memiliki kasus konfirmasi aktif sama dengan atau lebih besar dari 6, terdapat 31 RW yang ditetapkan sebagai PSKS berbasis RW. Di RW yang ditetapkan PSKS ini akan diatur protokol khusus seperti dalam PSBB, meskipun jika wilayah lainnya sudah ditetapkan PSBB Proporsional,” tuturnya.

Protokol khusus yang diterapkan, katanya lagi, diantaranya akan diatur prosedur keluar masuk, pemeriksaan Rapid Test/PCR, pemantauan kasus, penyisiran isolasi mandiri, dan program-program lainnya. Tim akan diturunkan secara terpadu, dengan melibatkan Satgas Kampung Siaga/RW/RT dan relawan.

“Tujuan PSKS ini adalah untuk memutus rantai penularan Covid-19 pada RW-RW yang memiliki kasus konfirmasi tinggi, yang berada pada wilayah kelurahan yang memiliki kasus konfirmasi tinggi, sehingga diharapkan penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 dapat segera diturunkan,” ujar Idris yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Depok.

Lebih lanjut diutarakannya, PSKS akan dilaksanakan dalam PSBB proporsional pada 4 Juni 2020, jika Angka Reproduksi Efektif (Rt) Kota Depok konsisten lebih kecil dari 1 dan indikator-indikator lainnya terpenuhi.

“Tren perkembangan Rt menunjukkan penurunan dari tanggal 25 Mei 2020 (Rt 1,39 atau Rt lebih besar dari 1) menjadi Rt lebih kecil dari 1, pada hari ini tanggal 31 Mei 2020. Sehingga ia mengimbau, masyarakat dapat mengikuti protokol PSBB yang berlaku saat ini, capaian Rt Kota Depok terus konsisten lebih kecil dari 1, hingga 4 Juni 2020,” paparnya.

Dijelaskannya, untuk memudahkan pelaksanaan program PSKS ini, kampung siaga saat ini dilengkapi dengan Aplikasi Kampung Siaga, yang sudah terintegrasi dengan Picodep (Pusat Informasi Covid-19 Depok). Aplikasi ini merupakan yang pertama di Jawa Barat yang bisa diakses oleh Kampung Siaga dalam penanggulangan kasus Covid-19.

“Demikian pula dalam kolaborasi tim kerja, dengan melibatkan banyak pihak, yakni peran tiga pilar di Kecamatan/Kelurahan, Puskesmas, Tim Pengawas, Tim Pendamping, Satgas Kampung Siaga Covid-19, RT/RW dan pihak-pihak lainnya termasuk para relawan,” katanya.

“Semoga dengan kolaborasi program PSKS ini, kasus Covid-19 pada RW yang dikategorikan zona merah dapat segera diselesaikan,” harapnya. (Indra)

150