Home Terkini Lapak Pedagang di Pasput Jadi Percontohan
Lapak Pedagang di Pasput Jadi Percontohan

Lapak Pedagang di Pasput Jadi Percontohan

21
0

METRO DEPOK – Eks lokasi pedagang di Jalan Raya Pasir Putih, Kelurahan Pasir Putih (Pasput) tak jauh dari kantor kelurahan setempat terlihat tak kumuh, pasca dibongkarnya 27 tempat usaha tersebut.

Pembongkaran lapak tempat usaha yang berada di tepi jalan yang dilakukan oleh para pedagang setempat membuktikan kesadarannya para pedagang tersebut begitu tinggi, sehingga lingkungan menjadi tak kumuh.

Tidak hanya itu, bekas lokasi lapak pedagang tersebut ditanami pohon pelindung agar kedepannya lokasi tersebut menjadi indan dan nyaman, sedangkan para pedagangnya pindah ke lokasi tanah milik warga yang disewakan kepada pengusaha kecil tersebut, persis berada di belakang tempat usaha sebelumnya.

“Penertiban tempat berdagang  yang dilakukan masing-masing pedagang  di pinggir Jalan Raya Pasir Putih bukti tingginya kesadaran para pedagang tersebut,” kata Sudadih, selaku Lurah Pasir Putih, kepada Metro Depok, Selasa (13/2).

Lurah yang kini dimutasi dengan posisi jabatan yang sama di Kelurahan Pengasinan ini menilai penertibah secara persuasif yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok membuat para pedagang sadar, karena mereka mendirikan tempat berdagang di lokasi yang dilarang.

Dalam aturan  Perda No.16/Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum, pasal 14 tentang tertib usaha/berjualan, setiap orang atau badan dilarang berjualan di jalan, trotoar, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) , pinggir rel kereta dan bantaran sungai.

Selain itu, disebutkan setiap orang atau badan dilarang berjialan di jalur hijau, taman kota, dan tempat umum lainnya kecuali diizinkan oleh pejabat yang berwenang.

“Jadi, dengan adanya Perda ini sudah jelas, bagi para pedagang tidak boleh berjualan di tepi jalan, tepi sungai atau kali dan marka jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujar Sudadih.

Para pedagang yang membongkar lapak dagangan tersebut, sambung dia, kini tidak lagi berjualan di pinggir jalan dan tepi kali, tetapi mereka mendirikan tempat usaha di lahan yang memiliki legalitas formal. Sehingga usaha mereka tidak melanggar aturan, karena mendirikan bangunan di atas tanah milik.

Dengan berdagang di tempat yang nyaman, akan membuat para pedagang tersebut merasa nyaman, karena tidak khawatir ditegur oleh Satpol PP, namun yang perlu diperhatikan para pedagang tersebut harus menjaga kebersihan sehingga lapak berdagangnya tidak kumuh.

Penertiban lapak usaha yang dilakukan para pedagang tersebut, Sudadih mengimbau kepada pedagang lainnya yang masih berada di tepi jalan atau tepi kali untuk berjualan di lokasi yang aman, sehingga usahanya menjadi aman dan nyaman.

“Penertiban ini bisa dicontoh. Soal rejeki itu enggak akan tertukar. Kalo kita mau usaha di tempat nyaman dan aman, pasti dapat rejeki,” tandasnya.

Dia juga mengimbau kepada pemilik ataupun pengelola bangunan yang masih ada di bantaran kali untuk pindah, sehingga lingkungan di wilayah Pasir Putih semakin tertib. (Dib/MD/JPG)

21