Home Terkini Lebaran Depok, Nyorog ke Baba Wali dan Cing Wakil Wali Kota Depok
Lebaran Depok, Nyorog ke Baba Wali dan Cing Wakil Wali Kota Depok

Lebaran Depok, Nyorog ke Baba Wali dan Cing Wakil Wali Kota Depok

6
0

METRO DEPOK – Masyarakat betawi yang berdomisili di DKI Jakarta dan sekitarnya, termasuk Kota Depok memiliki sebuah tradisi berupa membawakan makanan matang kepada seseorang yang lebih tua atau dituakan.

Kebiasaan ini biasanya dilaksanakan berkaitan dengan momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).

Demi mempertahankan tradisi unik tersebut, Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD) pun menggelar tradisi Nyorog ke Wali Kota Depok Mohammad Idris, Kamis (10/06).

Tradisi bertajuk Lebaran Depok, Nyorog ke Baba Wali dan Cing Wakil Wali Kota Depok ini digelar di Gedung Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda.

Rombongan KOOD yang dipimpin Ketua KOOD Kota Depok Ahmad Dahlan membawakan aneka makanan matang khas betawi, seperti opor ayam kampung, ketupat, sayur cabe, ikan kebo, ikan ayam, semur, dodol, wajik, tape, uli, biji ketapang, dan lain sebagainya.

Kedatangan rombongan disambut Wali Kota Depok Mohammad Idris, Ketua DPRD T. M. Yusufsyah Putra, Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, Dandim Kolonel Agus Isrok Mikroj, Ketua Pengadilan Negeri Depok Syamsul Arief, Kepala Kantor Cabang BJB Depok Eko Muhammad Julianto, kepala perangkat daerah, dan jajaran ASN Pemkot Depok.

“Budaya ini kebiasaan orang betawi saat Hari Raya Idul Fitri. Nyorog atau mengantarkan makanan kepada tokoh kampung atau kota. Dalam hal ini ada tiga istilah, yaitu nyorog, ngejot, dan nganterin. Nyorog khusus buat tokoh atau penggede, ngejot di bawah penggede, kalau ke saudara yang lebih tua namanya nganterin,” ungkap Dahlan.

Sementara, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengutarakan esensi dari tradisi Nyorog adalah silaturahmi masyarakat dengan tokoh pemuka.

“Tahun ini adalah yang kedua. Sebelumnya pada 2019. Filosofinya silaturahmi agar semakin mengeratkan warga dengan tokoh atau pimpinannya,” ujarnya.

Wali memberikan apresiasi upaya pelestarian budaya yang dilakukan KOOD, seperti menggelar Lebaran Depok, tradisi Nyorog, hingga pembuatan kamus bahasa Depok.

“Ini adalah upaya pelestarian budaya yang perlu terus dikembangkan, sehingga bisa tetap lestari, terjaga, dan dikenal oleh masyarakat luas, khususnya, para generasi muda,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Wijayanto mengutarakan tradisi ini dalam konsep upaya pelestarian warisan budaya.

“Budaya dalam prosfektif visi misi Kota Depok bukan sekadar seni, tapi juga karakter, tradisi, hingga bahasa. Dan kita konsen mendukung upaya pelestarian budaya Kota Depok. Kita juga ingin ini menjadi ajang yang bisa diperkenalkan secara luas,” pungkasnya.

6