Home Parlemen Pandangan Fraksi PDI Perjuangan Terkait Enam Raperda Inisiatif Pemkot Depok
Pandangan Fraksi PDI Perjuangan Terkait Enam Raperda Inisiatif Pemkot Depok

Pandangan Fraksi PDI Perjuangan Terkait Enam Raperda Inisiatif Pemkot Depok

480
0

METRODEPOK – DPRD Kota Depok menggelar rapat paripurna dalam rangka pandangan umum fraksi terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pada beberapa waktu lalu.

Semua fraksi dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya termasuk termasuk Fraksi Gerindra dan Fraksi PDI Perjuangan.

Untuk diketahui, enam Raperda tersebut adalah Raperda Kota Depok tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kota Depok Dalam Bentuk Barang Kepada PT Tirta Asasta Depok, Raperda tentang Pencabutan Perda Kota Depok No. 10 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Air Tanah, dan Raperda tentang Perlindungan Pohon.

Kemudian Raperda tentang Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2024, dan Raperda tentang Pencabutan Perda Kota Depok No. 5 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kota Depok No. 10 tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Perda Kota Depok No. 5 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Terakhir tentang Rancangan Peraturan Daerah Kota Depok tentang Pembinaan Jasa Konstruksi.

Pada kesempatan itu, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan beberapa pandangannya terkait enam Raperda tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan memberikan pandangan soal Raperda tentang Pencabutan Perda Kota Depok No. 10 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Air Tanah.

Menurut Fraksi PDI Perjuangan, air adalah sumber daya alam yang mutlak diperlukan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya, dan mempunyai arti serta peran penting dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Air merupakan sumber daya yang memiliki sifat multi sektoral.

Semakin berkembang dan maju tingkat penghidupan masyarakat semakin banyak air yang dibutuhkan, sedangkan jumlah air semakin lama semakin berkurang. Apabila pada mulanya air hanya digunakan untuk kebutuhan minum, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, irigasi, dan tranportasi.

Akibatnya, air memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena tidak ada bahan pengganti fungsi air. Akan tetapi, pengambilan air tanah yang terus dilakukan akan menimbulkan kelangkaan air pada waktu mendatang.

Upaya pelestarian dan konservasi air tanah perlu dilakukan baik oleh masyarakat sebagai subjek pengguna air tanah secara langsung maupun pemerintah sebagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan air tanah. ***

480