Home Lintas PD Salimah Depok Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR
PD Salimah Depok Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR

PD Salimah Depok Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR

57
0

Metro Depok – Pimpinan Daerah (PD) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Depok bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Puri Sekar Peni, Kota Depok, Sabtu (28/04).

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Hidayat Nur Wahid, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Abdurrahman beserta puluhan tamu undangan yang mayoritas adalah anggota majelis taklim di Kota Depok.

Ketua PD Salimah Kota Depok, Raden Siti Nurani menuturkan kalau kegiatan ini dalam rangka agar masyarakat Kota Depok mengenal Empat Pilar MPR yang terdiri dari Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami mengajukan permohonan acara ini memang cukup lumayan lama. Alhamdulillah acara ini bisa juga terlaksana di Kota Depok,” tuturnya kepada Metro Depok.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menuturkan kalau idiom zaman old yang sangat relevan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR adalah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”.

“Jika rakyat Indonesia tidak mengenal empat pilar maka tidak akan tumbuh rasa cinta dan sayang kepada bangsa dan negara,” tutur Hidayat saat memberikan keynote speech.

Ia juga mengatakan, sayang dan cinta kepada bangsa dan negara bukan sekedar sayang atau cinta monyet saja yang hanya hangat di permukaan. Tapi cinta dan sayang secara tulus seperti mencintai keluarga yakni memberikan secara total serta terbaik yang bisa diberikan.

“Begitu juga dalam konteks negara membuktikan cinta kita kepada negara dengan memberikan segala yang terbaik,” paparnya.

Untuk itulah, sambung Hidayat, MPR sesuai dengan perintah Undang-Undang melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar dengan berbagai metode yang tepat kepada berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia.

“Karena itu MPR tidak pilih-pilih dalam melakukan sosialisasi. Karena itu kami membuka secara terbuka kepada semua elemen masyarakat asal dia warga bangsa Indonesia maka dia bisa mengikuti sosialisasi. Saya tekankan juga betapa pentingnya kegiatan sosialisasi ini sebab akan mengembalikan kembali pemahamam rakyat Indonesia akan nilai-nilai luhur bangsanya,” katanya.

Berbicara soal Pancasila, lanjut Hidayat, adalah kesepakatan seluruh rakyat Indonesia dan menjadi dasar dalam pembentukan serta penegakan negara Indonesia yang digali kembali dari nilai-nilai luhur bangsa yang memang sudah ada yang kemudian dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia yang juga berbeda-beda dan beragam.

Pancasila disebut sebagai perekat dan mampu merekatkan Indonesia yang keberagamannya sangat luar biasa. Pentingnya kehadiran Pancasila bisa dirasakan ketika negara besar apalagi belajar dengan negara adikuasa Uni Soviet bisa hancur menjadi beberapa negara yang terpecah-pecah.

Konsep Glassnost dan Perestroika yang diluncurkan Pemimpin Soviet Michael Gorbachev tak mampu mempertahankan Soviet yang sangat tinggi keberagamannya.

Perestroika merupakan upaya Gorbachev menyelesaikan masalah kompleks yang dihadapi Uni Soviet yang bertujuan agar terjadinya restrukturisasi dalam negara. Pada prakteknya, konsep perestroika justru menjadi awal kehancuran total Uni Soviet.

“Kita bangsa Indonesia patut bersyukur bahwa Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa ternyata mampu menjadi perekat dan menyatukan bangsa Indonesia yang keberagamannya sangat tinggi yang merupakan faktor besar resiko perpecahan sebuah bangsa,” paparnya.

Karena itu, harapnya, sebagai rakyat Indonesia mesti menjaga Pancasila agar tidak terusik. Upaya memahami kemudian mencintai dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari terus diviralkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Empat Pilar Herlina Agustina mengatakan untuk terselenggaranya acara ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemuda, mahasiswa, dan majelis taklim yang bertujuan mengembalikan kembali pemahaman masyarakat Indonesia khususnya di Kota Depok.

“Terutama tentang nilai-nilai luhur bangsa sekaligus dengan acara ini kami mendukung visi Kota Depok agar menjadi Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius,” tandasnya. (WS/MD/JPG)

57