Home Profil Pedas Manis Pecak Hingga Kasus KPUD Depok
Pedas Manis Pecak Hingga Kasus KPUD Depok

Pedas Manis Pecak Hingga Kasus KPUD Depok

109
0

Metro Depok – Semenjak dilantik pada bulan Juni 2015, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok Wahyudi Eko Husodo sudah menangani beberapa kasus maupun permasalahan di Depok. Salah satunya adalah kasus korupsi PPK KPUD Kota Depok yang sudah dijatuhkan vonis penjara di tahun 2016. Untuk di tahun 2017 sendiri, Intel sendiri sudah melimpahkan kasus yang masih dalam tahap penyelidikan mengenai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Depok. Untuk kasus yang bisa dikatakan mencuat dan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian adalah kasus korupsi PPK KPUD Depok karena ini adalah kasus sensitif dan penuh tekanan dari berbagai pihak salah satunya tekanan dari sisi politik.

“Memang antara bidang Intel dan Pidsus tidak dapat dipisahkan dan bisa dikatakan saling berkaitan sesuai dengan tupoksi masing-masing. Bukan hanya dengan Pidsus saja, dengan bidang Datun dan Pidum juga melakukan hal yang sama,” tuturnya kepada Metro Depok saat ditemui di ruang kerjanya.

Selama dua tahun dirinya menjabat sebagai Kasi Intel, dalam dua tahun ini pihaknya juga sudah melaksanakan program dari Kejaksaan Agung RI terkait program Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang sudah disosialisasikan sejak tahun 2015 dan sudah berjalan sejak tahun 2016 hingga saat ini. Ada beberapa pekerjaan yang didampingi bersama baik dalam proses kegiatan hingga proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Seperti pembangunan RSUD Kota Depok dan Pembangunan Pasar Cisalak yang berada di Cimanggis, Depok.

“Memang belum semua dinas memanfaatkan TP4D ini. Mungkin masih belum ada persepsi yang sama padahal dari penunjuk Kejagung berharap proses pendampingan kegiatan dilakukan oleh tim TP4D untuk mencegah konflik interes,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi juga bercerita terkait pengalaman dirinya selama bertugas di Depok. Ia menilai Kota Depok adalah kota yang bisa dikatakan sebagai kota besar dengan memiliki jutaan penduduk yang ramah dan bersahabat. Dia juga menyebut perkembangan Depok bisa dikatakan luar biasa terutama dari sisi pembangunan. Dia juga mengapresiasi kekompakan para awak media di Kota Depok, salah satunya adalah jurnalis yang berada di dalam wadah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang notabene adalah organisasi wartawan yang sah dan diakui secara resmi oleh dewan pers.

“Kami menilai organisasi tersebut bisa kompak sehingga pihak Kejari Depok sering mengadakan beberapa kegiatan dengan wartawan yang tergabung dalam organisasi tersebut, seperti buka bersama saat bulan suci Ramadhan,” terang Wahyudi.

Walau Depok tidak memiliki makanan khas, namun dirinya menyebut bahwa awal mula ia menyukai masakan pecak ikan berawal saat dirinya bertugas di Depok. Ketika itu, dirinya mencicipi masakan tersebut di bilangan Kota Depok yang berbatasan dengan Cibinong, Kabupaten Bogor. Mantan Kacab Kejaksaan Negeri Lampung Barat ini juga mengaku hobi berolahraga salah satunya adalah joging dan renang. Ia juga menjelaskan, dalam waktu dekat ini dirinya akan berpindah tugas ke Kejaksaan Tinggi Banten sebagai Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Tindak Pidana Khusus.

“Semoga kedepan Pemkot Depok dapat terus bersinergi dengan aparatur penegak hukum, baik Polresrta Depok dan tentunya dengan pihak Kejari Depok. Selain itu, manfaatkan program TP4D sebaik-baiknya jangan sampai digunakan ketika ada permasalahan saja. Untuk teman-teman wartawan sendiri harap jaga kekompakan yang selama ini sudah dirajut,” tutupnya.

109

Ad Banner 728 x 90