Home Hot News Pelajar Ikut Komplotan Maling Rumsong
Pelajar Ikut Komplotan Maling Rumsong
0

Pelajar Ikut Komplotan Maling Rumsong

4
0

METRO DEPOK-Seorang oknum pelajar di Kota Depok diamankan aparat kepolisian Polsek Pancoran Mas karena terlibat jaringan kelompok pencurian rumah kosong dengan pimpinan Kapten.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni A Wowor kepada wartawan mengatakan pelajar tersebut diamankan  setelah anggotanya melakukan pengembangan terhadap kasus pencurian rumah kosong.

Dia mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal ketika pemilik rumah di belakang kantor Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, atau Bale desa sempat memergoki pelaku berada di dalam rumahnya saat ingin mencuri.

“Lantaran kepergok oleh korban, pelaku sempat mengancam menggunakan pisau, setelah itu langsung kabur. Dalam peristiwa itu, salah satu barang milik pelaku tertinggal di lokasi kejadian,” ujarnya.

Lebih lanjut diutarakannya, petugas yang terjun ke lokasi kejadian langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa barang pelaku yang tertinggal. Setelah diperiksa diketahui keberadaan tempat persembunyian pelaku.

“Salah satu pelaku, yakni DT diamankan dari rumahnya di kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji pada Senin (27/11) malam,” tuturnya.

Peran pelaku DT, katanya lagi, ini sebagai ‘kapten’. Hasil interogasi petugas dari pengakuan DT, petugas berhasil kembali mengamankan temannya yang lain, yaitu BM alias Bocor (22), F (20), dan G (18).

“Anggota kami juga mengamankan penadah hasil curian pelaku yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA di Kota Depok. Rata-rata pelaku merupakan pemain lama dan juga ada yang pernah keluar masuk penjara. Pelaku DT berdasarkan keterangan anggota pernah dihukum di Lapas Bogor karena kasus serupa yaitu Rumsong,” jelasnya.

Modus pelaku pemain siang hari selalu menyasar rumah dengan keadaan kondisi lampu menyala di siang hari dan gerbang tergembok,. Kondisi tersebut biasanya menandakan rumah dalam keadaan kosong.. Setelah memantau sitiasi, pelaku kemudian masuk dengan cara mencongkel pintu jendela dengan obeng.

Berdasarkan keterangan pelaku, tercatat sudah 21 kali beraksi dan paling banyak di daerah Pancoran Mas. Meski usia pata pelaku masih muda, namun komplotan ini  terbilang sadis. Dalam setiap beraksi, mereka kerap membawa senjata tajam jenis belati dan jika kepergok tidak segan-segan melukai siapa saja yang ada di depannya.

“Dari tangan pelaku, kita amankan  barang yang dicuri pelaku berupa laptop, tv, arloji, perhiasan, uang, dan motor,” tuturnya.

Para pelaku juga beraksi sudah cukup lama sekitar dua tahun. Hasil barang yang dicuri dijual ke penadah sekitar Rp1 – 2 juta untuk elektronik, seperti tv dan laptop. Pelaku ini menjual hasil curian ke penadah G. Cara menjual kembali hasil curiannya, G kembali menawarkan menjual kembali melalui online.

“Untuk mengelabuhi petugas G ini mengontrak tempat juga membuka usaha jual pulsa,”tutupnya.

Barang bukti hasil kejahatan pelaku yang diamankan, lanjut Kapolsek, adalah satu kotak berisi cincin batu akik, jam tangan , dua laptop, Play Stastion 2, kamera digital, dua belati.

Para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan. “Kasusnya masih kita kembangkan masih mengejar kawanan pelaku lain yang masih belum ketangkap,” tuturnya.(aji)

4

Ad Banner 728 x 90