Home Dibaleka Pemkot Depok Edarkan Protokol Kesehatan ke Warga
Pemkot Depok Edarkan Protokol Kesehatan ke Warga

Pemkot Depok Edarkan Protokol Kesehatan ke Warga

111
0

Metro Depok – Adanya peningkatan kasus konfirmasi positif di Jabodetabek dan Kota Depok dalam dua minggu terakhir ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bergerak cepat dengan membuat surat edaran mengenai protokol kesehatan pribadi.

“Kita ketahui bahwa hampir 60 persen warga Depok bersifat commuter dan saat ini pergerakan orang di wilayah Jabodetabek sudah cukup tinggi. Peningkatan kasus banyak bersumber dari aktivitas perkantoran dan tempat kerja lainnya, yang berpotensi menularkan pada lingkungan keluarga di rumah,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Senin (10/08).

Protokol kesehatan yang dianjurkan melalui Surat Edaran Nomor : 443/376-Huk/GT tentang Protokol Kesehatan Bagi Warga Setelah melakukan Aktivitas Perkantoran, Tempat Kerja, dan Aktivitas Lainnya Di Luar Rumah, dimulai melepaskan sepatu sebelum memasuki rumah, tidak menyentuh apapun sebelum mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan meletakkan seluruh barang bawaan ke dalam kotak atau tempat yang disediakan khusus.

Selanjutnya, melepaskan pakaian dan memasukkan pada keranjang khusus atau langsung direndam dengan sabun/deterjen, segera membersihkan diri (mandi), dan jika tidak langsung membersihkan diri, pastikan mencuci semua area kulit yang terkena paparan udara luar.

“Bersihkan handphone dan kacamata dengan disinfektan dan tisu, membersihkan semua benda yang dibawa dari luar dengan disinfektan, hingga menghindari kontak langsung dengan kelompok rentan (lansia, balita dan anak-anak),” jelasnya.

Setiap anggota keluarga, katanya lagi, hendaknya saling mengingatkan perihal penerapan protokol kesehatan yang harus dilakukan setiap individu ketika di luar rumah, serta selalu memakai masker, menjaga jarak fisik dan selalu mencuci tangan dengan sabun ataupun dengan hand sanitizer.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok juga meminta agar mengintensifkan Gerakan Bermasker, menjaga jarak fisik dan mencuci tangan dengan sabun, melalui peran kecamatan dan kelurahan dengan seluruh stakeholdernya.

“Kita juga harus mengoptimalkan kembali peran Kampung Siaga Covid-19 (KSC) Berbasis Rukun Warga (RW) dalam membantu upaya pencegahan penularan COVID-19, dengan rencana bantuan dana stimulan operasional KSC sebesar Rp 2 juta,” katanya.

Hal lainnya adalah meningkatkan upaya pengawasan dan penertiban terhadap pelaksanaan protokol kesehatan pada semua aktifitas yang rentan penularan sebagaimana telah diatur dalam Pedoman PSBB Proporsional, berikut penerapan sanksinya.

“Jangan lupa untuk mengoptimalkan program Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 pada RW yang termasuk memiliki risko tinggi,” pungkasnya. (Indra)

111