Home Hot News Pemkot Wacanakan Pembebasan Lahan Sekitar TPA Cipayung
Pemkot Wacanakan Pembebasan Lahan Sekitar TPA Cipayung

Pemkot Wacanakan Pembebasan Lahan Sekitar TPA Cipayung

31
0

Metro Depok – Pemerintah Kota Depok berencana membebaskan lahan milik warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, pada tahun ini, dengan mengunakan Anggaran  Belanja Tambahan (ABT).

“Lokasi TPA ini memang di sekitarnya harus steril dari penduduk rumah kurang lebih 500 meter. Sekitar 30 rumah yanh menempel dengan TPA Cipayung, kami harap tahun ini bisa dibebaskan,” ungkap Walikota Depok, Mohammad Idris saat menghadiri bakti sosial yang dilakukan Lemhanas di TPA Cipayung, Sabtu (10/03).

Meski demiikian, untuk bisa merealisasikan harapan tersebut membutuhkan proses dan tahapannya akan dibahas terlebih dahulu  dengan dinas terkait dan legislatif.

“Kondisi di kawasan TPA Cipayung diketahui sudah hampir overload dan baunya menyebar di pemukiman warga.  Maka dari itu, akan dilakukan upaya pembebasan lahan milik warga supaya hal yang tidak diinginkan seperti wabah penyakit jangan sampai menghantui warga sekitar TPA.,” harapnya.

Namun, Pemkot Depok melalui perangkat daerah terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) selalu memberikan perhatian kesehatan pemeriksaan warga sekitar TPA Cipayung.  “Langkah kami agar warga selamat dari yang kita tidak inginkan,” katanya.

Menurut Idris, persoalan sampah di Kota Depok merupakan tantangan bagi Pemkot Depok untuk membuat program jitu, sehingga mampu mengurai sampah yang dihasilkan warganya.

Berdasarkan laporan Bapenas, penduduk Kota Depok akan mengalami penambahan sebanyak 3 persen di 2020. Tentu, sampah yang dihasilkan dari warga bertambah.

Saat ini, lanjutnya, setiap hari ada 1.200 ton sampah yang dihasilkan warga Depok. Jumlah 1.200 ton sampah  itu yang masuk ke TPA Cipayung sebanyak 700 ton perharinya. Sedangkan sampah lainnya dikelola menjadi pupuk di 32 Unit Pengelolaan Sampah (UPS)  totalnya 120 ton perhari.

“Kami juga ada 500 bank sampah yang tersebar di 63 kelurahan. Bank sampah ini bisa menekan sampah yang dibuang ke TPA Cipayung,” paparnya.

Bahkan, kata dia, di TPA Cipayung sudah mengelola limbah sampah yang dibuang dengan dijadikan gas metan. Gas metan ini bisa dimanfaatkan menjadi listrik dan bahan bakar penganti gas alam.

“Kami pun sudah mengajukan ke Kementrian Lingkungan Hidup soal gas metan ini. Dengan harapan bisa dikeluarkan peraturan presiden (Prepres),” ulasnya.

Langkah Pemkot Depok mengelola sampah  tentu banyak dan butuh dorongan dukungan dari masyarakat Depok.

Masih di lokasi, Kepala DLHK Eti Suryahati memgatakan, terkait pembebasan lahan di sekitar TPA Cipayung masih tahapan wacana kedepan dan tidak tahu kapan pembebasan lahan tersebut.

Sebab, Walikota Depok akan berkoordinasi dengan TAPD terlebih dahulu sebelum membebaskan lahan tersebut. “TAPD gimana sikapnya dan pemkot juga apa,” katanya.

Lanjut Eti, diharapkan  pembebasan lahan bisa di tahun ini melalui dana ABT. Namun pelaksanaan pembebaaan lahan membutuhkan pengukuran oleh Badan Pertahanan Negara (BPN) yang cukup lama.

“Kalau ajuan ke ABT kan sebentar tapi untuk pengukuran cukuo lama. Kami gak tahu luas pembebasan lahannya berapa, kan baru wacana,” kata dia. (Hen/MD/JPG)

31

Ad Banner 728 x 90