Home Pendidikan Pengmas Vokasi UI Bangun Kesadaran WP
Pengmas Vokasi UI Bangun Kesadaran WP

Pengmas Vokasi UI Bangun Kesadaran WP

55
0

Metro Depok – Sistem Self Assessment dalam pemungutan pajak di Indonesia memberikan kepercayaan kepada wajib pajak (WP) untuk memenui kewajiban perpajakannya sendiri berdasarkan ketentuan Undang-undang Perpajakan yang berlaku.

Tim Pengabdian Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia Arie Widodo kepada wartawan pada Sabtu (14/07) mengatakan dalam sistem Self Assessment menghendaki WP memahami ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, agar dapat memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar.

“Namun disadari masih banyak WP yang kami temukan tidak memahami ketentuan perpajakan sehingga masih perlu diberikan berbagai bentuk edukasi perpajakan,” katanya.

Kesadaran pajak perlu terus dibangun, terutama bagi WP yang berada di wilayah pedesaan. Edukasi perpajakan ini diperlukan bagi masyarakat dengan beragam profesi, tak terkecuali para dokter dan tenaga medis lainnya.

Seorang dokter karena keahliannya dapat memperoleh penghasilan dari berbagai sumber, bisa dari hasil praktik di rumah sakit atau klinik, dari gaji dan berbagai tunjangan sebagai pegawai tetap di rumah sakit atau klinik, penghasilan dalam bentuk honorarium sebagai pembicara, dan lain sebagainya.

Untuk itu, di dalam ketentuan perpajakan pengenaan pajak atas penghasilan dokter diatur tersendiri dalam peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016.

Saat ini pemerintah semakin berupaya untuk mempermudah WP dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Salah satu wujud dari hal tersebut adalah dengan penggunaan media elektronik dalam penghitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak terutang.

Namun sangat disayangkan sampai saat ini masih banyak Wajib Pajak terutama di wilayah pedesaan yang tidak memanfaatkan media elektronik tersebut dengan berbagai alasan.

“Oleh karena itu perlu kami berikan sosialisasi dan edukasi lebih lanjut mengenai penggunaan media elektronik dalam memenuhi kewajiban perpajakan untuk para dokter dan tenaga medis di wilayah pedesaan,” katanya.

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pajak dalam bentuk Desa Sadar Pajak, yang artinya kepatuhan pajak ditingkatkan dengan peningkatan kesadaran pentingnya pajak bagi pembangunan negara pada umumnya dan pembangunan desa pada khususnya.

Selain itu pengabdian masyarakat ini juga bertujuan untuk menggugah kesadaran dokter dan tenaga medis lainnya untuk menggunakan media elektronik dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Di wilayah tersebut juga terdapat beberapa rumah sakit, puskesmas, hingga klinik, yang selama ini belum pernah mendapatkan sosialisasi secara langsung mengenai pajak atas penghasilan dokter dan tenaga medis.

Disamping itu, masyarakat desa Sokaraja Kulon juga belum terbiasa untuk memanfaatkan media elektronik dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Masyarakat di desa tersebut belum memanfaatkan akses informasi lewat media elektronik secara optimal,” tuturnya.

Hal tersebut tercermin dari terbatasnya informasi tentang desa Sokaraja Kulon yang dapat diakses di website desa tersebut.

Dalam hal ini, desa Sokaraja Kulon cukup tertinggal jika dibandingkan dengan desa-desa lain yang terdapat di Kabupaten Banyumas yang sudah selangkah lebih maju dalam hal penyebaran informasi desa di website desa masing-masing.

Tim Pengabdian Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia yang terdiri dari Titin F. Nur, Elsa Roselina, Fitria Arianty, menginisiasi program pengabdian masyarakat berupa capacity building bagi para dokter dan tenaga medis lainnya mengenai pemanfaatan media elektronik dalam upaya membangun kesadaran untuk memenuhi kewajiban perpajakan.

“Program ini kami harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter serta tenaga medis lainnya dalam hal perhitungan pajak penghasilan dokter dan tenaga medis serta dalam memanfaatkan media elektronik dalam pemenuhan kewajiban perpajakan dokter dan tenaga medis,” katanya. (Aji/MD/JPG)

55