Home Hot News Penusuk Ustaz Diobservasi
Penusuk Ustaz Diobservasi

Penusuk Ustaz Diobservasi

113
0

Metro Depok – VI, pelaku penusukan terhadap Ustaz Abdul Rachman di Masjid Darul Mutaqien di RT05/06 Komplek Perumahan Bumi Sawangan Indah, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, belum dapat dimintai keterangan karena saat ini pelaku masih dilakukan observasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto kepada wartawan di Polresta Depok, Jalan Margonda, mengatakan pelaku baru bisa dimintai keterangan jika observasi dari pihak rumah sakit sudah selesai.

“Apabila kondisi memungkinkan, penyidik kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Tentunya fakta yang kita temukan akan kita gunakan sebagai bahan untuk ditanyakan terhadap pelaku,” katanya, Senin (12/03).

Saksi yang diperiksa saat ini sudah berjumlah lima orang. Termasuk juga korban dan beberapa saksi yang ada di lokasi termasuk juga Ketua DKM Darul Mutaqien, Ustaz Gufron.

Dari fakta yang ditemukan pihaknya di lapangan, pelaku sudah tinggal di Kompleks BSI Sawangan sejak tahun 2011. Bahkan pelaku sering menjadi jemaah di masjid tersebut. Masyarakat sekitar juga mengenal pelaku karena sering berjemaah di masjid.

“Saat ini penyidik masih mendalami apa latar belakang pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban. Kami dapati informasi sebelum kejadian, tepatnya seminggu sebelumnya pada saat selesai Salat Ashar, pelaku sempat melakukan pemukulan terhadap korban. Saat itu korban memberi peringatan pada pelaku agar berperilaku baik,” katanya.

Kapolres menegaskan pihaknya juga sedang mendalami perihal informasi adanya bisikan gaib pada pelaku, sehingga berbuat demikian. Semua itu bisa diketahui setelah pelaku selesai menjalani observasinya.

“Ini tentuya juga akan kita tanyakan pada pelaku. Namun saat ini pelaku masih diobservasi kejiwaan di rumah sakit. Nanti setelah selesai   dan siap dimintai keterangan penyidik akan melakukan pemeriksaan,” katanya.

Ditegaskannya, peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan sederat peristiwa yang terjadi di Depok beberapa waktu lalu. Seperti diketahui bahwa sempat ada surat misterius yang berisi ancaman terhadap sejumlah ulama di Depok.

“Tidak ada kaitanya. Nama yang disebutkan itu tidak ada kaitannya,” katanya.

Kapolres pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan waspada dalam menyikapi berbagai hal. Termasuk harus menggunakan sosial media dengan bijak dalam menyebarkan informasi.

“Kami imbau masyarakat harus waspada terhadap setiap orang yang mungkin dianggap mencurigakan, namun jangan berlebihan,” katanya.

Diimbau menggunakan sosial media dengan arif, dapat menginformasikan yang sejuk, sehingga berita yang beredar memang benar.

Pihaknya akan melakukan penyidikan secara profesional dan transparan atas peristiwa ini, dan mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan juga menjaga keamanan pribadi, tempat tinggal, dan lingkungan dengan memberdayakan keamanan lingkungan.

“Kami mengimbau kepada jemaah dan masyarakat untuk arif dan bijak dalam menggunakan medsos, serta melawan dan menolak Hoax dan mengoptimalkan Hallo Polisi dan Panic Button untuk memberikan informasi peristiwa yang terjadi dan bantuan kehadiran polisi,” katanya. (Aji/MD/JPG)

113