Home Hot News Peremas Payudara di Depok Dituntut 4 Bulan
Peremas Payudara di Depok Dituntut 4 Bulan

Peremas Payudara di Depok Dituntut 4 Bulan

145
0

Metro Depok – Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok menggelar sidang tuntutan terhadap terdakwa kasus peremas payudara di Kota Depok, yakni Ilham Sinna Tanjung, Kamis (05/07).

Dalam sidang tersebut, terdakwa terbukti bersalah karena dengan sengaja melakukan tindak perbuatan asusila dengan meremas payudara Raden Amanda Febriana Soeriawidjaya di belakang Bank Mandiri KCP Depok.

“Menimbang dari segala perbuatan terdakwa telah terbukti dengan sengaja melanggar kesusilaan di belakang Bank Mandiri KCP Depok. Untuk itu, terdakwa dijatuhkan hukuman selama empat bulan penjara,” tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Depok Putri Dwi Astrini.

Putri mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika terdakwa berangkat dari rumahnya untuk membeli pulsa pada Kamis (11/01). Lantaran tidak menemukan konter pulsa, terdakwa pun melewati Jalan Kuningan RT 01/18, Kelurahan Kemiri Muka.

Saat itu, sekitar pukul 14.29 WIB, terdakwa melihat korban Amanda tengah berjalan kaki sendiri. Melihat korban sendirian, terdakwa pun langsung menurunkan kecepatan motor dan mendekati korban.

“Lalu terdakwa berada di sebelah kanan korban. Dengan tangan kirinya, pria ini langsung meremas payudara saudari Amanda sebanyak satu kali,” katanya.

Mendapat perlakuan tersebut, lanjutnya, Amanda kaget dan langsung meneriaki terdakwa. Ilham bergegas mempercepat laju sepeda motornya guna melarikan diri, setelah mendengar makian dari Amanda.

“Tak lama dari kejadian tersebut, korban langsung melaporkan terdakwa ke Polresta Depok. Beberapa hari berselang, Ilham pun berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian,” paparnya.

Polisi pun melakukan penggeledahan dan ditemukan sepeda motor terdakwa yang digunakan untuk meremas payudara Amanda. Kemudian dengan mencocokkan rekaman kejadian dari CCTV di lokasi kejadian, polisi pun berhasil mengamankan terdakwa beserta barang bukti ke Polresta Depok.

Untuk informasi, terdakwa dijerat dengan dakwaan tunggal yaitu pasal 281 ayat 1 KUHP yang ancaman maksimalnya selama dua tahun delapan bulan penjara. (WS/MD/JPG)

145