Home Dibaleka Petuah RK untuk Depok, Waspada Klaster Keluarga
Petuah RK untuk Depok, Waspada Klaster Keluarga

Petuah RK untuk Depok, Waspada Klaster Keluarga

436
0

METRO DEPOK – Belakangan ini, keluarga menjadi klaster yang paling rawan dalam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Klaster keluarga memiliki tingkat penularan 10 kali lipat. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Balai Kota Depok, Selasa (06/10).

“Kita menyadari klaster keluarga paling bahaya. 10 kali lipat bahaya, terlebih untuk yang rumahnya kecil dan banyak anggota keluarga. Meskipun secara psikologis lebih nyaman di rumah,” tutur pria yang akrab disapa RK ini.

Karenanya, sambung RK, dia meminta kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok serta Kota/Kabupaten Bekasi (Bodebek) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan untuk memutus penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga.

“Kota Depok dan Kota Bekasi masuk klaster keluarga cukup tinggi. Sedangkan Bogor klaster pesantren, dan Kabupaten Bekasi klaster industri. Karakteristik memang berbeda dari tiap daerah,” ujarnya.

Terkait klaster keluarga, RK mengarahkan agar segera melakukan manajemen dan pendataan, siapa saja pasien positif yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dan melakukan karantina rumah.

“Hitung yang OTG karantina di rumah. Pindahkan segera ke fasilitas, seperti rumah sakit, gedung negara, atau hotel,” ujarnya usai melakukan meeting zoom dengan para kepala daerah kawasan Bodebek.

RK juga meminta kepada kepala daerah untuk menurunkan angka isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit, agar memenuhi standar WHO, yaitu 60 persen dari kapasitas.

“Standar WHO adalah 60 persen. Saya lihat ada yang 70 hingga 80 persen. Misalnya, awalnya satu lantai untuk Covid-19, kita minta menjadi satu gedung hingga satu rumah sakit. Kalau memang terus bertambah, pasien yang di luar Covid-19 kita minta pindahkan ke rumah sakit lain,” katanya.

Dirinya menekankan untuk terus meningkatkan pencegahan penularan Covid-19, sambil berharap vaksin segera dihadirkan.

“Ibaratnya, menjaga Covid-19 seperti ronda 24 jam. Kalau kita meleng sedikit, maling bisa masuk,” ujarnya.

“Kuncinya adalah disiplin, sambil menunggu vaksin. Karema nggak ada lagi perlawanan orang sehat dalam mengatasi Covid-19, kecuali disiplin. Jangan patah semangat,” pungkasnya. (Indra)

436