Home Hot News Pimpinan Lintas Agama di Depok Deklarasi Pernyataan Bersama
Pimpinan Lintas Agama di Depok Deklarasi Pernyataan Bersama

Pimpinan Lintas Agama di Depok Deklarasi Pernyataan Bersama

176
0

Metro Depok – Selepas adanya insiden bom bunuh diri di tiga Gereja Surabaya, sejumlah pimpinan dari lintas agama Kota Depok membuat deklarasi pernyataan bersama mengutuk insiden kekerasan tersebut. Ada delapan poin pernyataan bersama yang dibacakan perwakilan lintas agama.

Deklarasi pernyataan bersama tersebut melibatkan sejumlah pimpinan lintas agama di Kota Depok dengan dihadiri Kapolresta Kota Depok Kombes Pol Didik Sugiarto dan Dandim 0508 Depok Letkol Iskandarmanto yang diselenggarakan di Gereja Toraja yang berada di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Senin (14/05) malam.

Ketua Komisi Kemitraan dan Kemasyarakatan (Humas) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGI-S) Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk menuturkan pernyataan kesepahaman ini dalam rangka menjaga kondusifitas dan kekompakan antar pimpinan umat beragama di Kota Depok.

“Acara ini diinisiasi oleh PGI-S Kota Depok dengan mengundang para pimpinan lintas agama di Kota Depok. Tujuannya agar tercipta suasana yang aman dan kondusif di Kota Depok, serta umat beragama tidak terprovokasi atas insiden yang terjadi Surabaya,” tuturnya kepada Metro Depok.

Denny pun menambahkan pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi pihak keamanan dari Polresta Depok dan Kodim 05/08 yang telah menciptakan rasa aman dan nyaman kepada umat kristriani di gereja se-Kota Depok selepas adanya insiden bom bunuh diri di Gereja Surabaya.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk aparat keamanan baik dari Polresta Depok dan Kodim 05/08 yang telah memberikan rasa aman untuk kami. Kami berdoa semoga pihak keamanan mampu menyelesaikan permasalahan ini. Kami pun turut mendoakan para korban dan pihak aparat keamanan,” kata Denny.

Sementara, Ketua PCNU Kota Depok H. Raden Salamun mengatakan kalau insiden pemboman gereja di Surabaya adalah salah ujian untuk kebhinekaan bangsa Indonesia.

Salamun menerangkan insiden peledakan bom di tempat ibadah ini tentu ada niatan untuk merusak kehidupan umat beragama, yang telah terjaga selama ini. Selain itu, ada upaya-upaya merusak toleransi umat beragama di Indonesia.

“Pelaku teror bukan bagian dari kami umat Islam. Segala macam persoalan bisa diselesaikan dengan damai. Untuk itu, pihak kepolisian jangan ragu-ragu untuk menembak kepala teroris dan kami akan dorong untuk terbitnya UU Anti Teroris di Indonesia,” katanya dengan tegas.

Masih di tempat yang sama, Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengapresiasi pernyataan bersama yang diselenggarakan di Kota Depok. Deklarasi ini adalah salah satu upaya menciptakan para umat agama lebih tenang dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini.

“Ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan dari masyarakat terhadap pihak aparat keamanan. Ini sangat positif sekali,” katanya.

Dandim 0508 Depok Letkol Iskandarmanto juga menegaskan kalau TNI-Polri akan bersama-sama berusaha menjaga situasi tetap aman dan kondusif. “Kita telah melakukan patroli setiap hari sebelum kejadian teror, bahkan melibatkan masyarakat dalam melaksanakan patroli,” papar Iskandarmanto. (WS/MD/JPG)

176