Home Serba-serbi Podomoro Sebut Generasi Milenial Jadi Target Pasar Pengembang Properti
Podomoro Sebut Generasi Milenial Jadi Target Pasar Pengembang Properti

Podomoro Sebut Generasi Milenial Jadi Target Pasar Pengembang Properti

256
0

Metro Depok – Generasi milenial di era ini menjadi target pasar dari para pengembang properti atau hunian. Hal ini pula yang membuat para pengembang terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Assistant Vice President Podomoro Golf View, Alvin Andronicus, salah satu pengembang di bawah naungan PT Agung Podomoro Land pun tak menampik adanya persoalan tersebut.

Selain itu, kendala lain yang juga ditemui, kata Alvin, adalah mengenai pola pikir yang masih tergantung pada keluarga. Alvin menyebutnya dengan istilah IMF, yakni Ibu Mertua Famili.

“Ya jadi memang tidak mudah, kalau kita melihat potensi yang besar di generasi muda sekarang adalah mereka sudah nyaman karena didukung IMF,” katanya pada wartawan saat ditemui di kantornya, di kawasan Cimanggis, Depok, pada Kamis (14/3).

Anggapan inilah yang akhirnya membuat mereka (generasi milenial) seakan tidak perlu lagi mencari hunian utama. “Mereka merasa sudah tinggal sama ibu, orang tua masih oke, keluarga masih oke, jadi merasa engga perlu-perlu amat,” ujarnya

Namun pihaknya menyadari, seiring pertumbuhan penduduk dan permintaan pasar yang terus meningkat, pemikiran tersebut akan tergeser. “Pada dasarnya kami yakin bahwa setiap personal ingin memiliki hunian sendiri, apalagi jika sudah memiliki keluarga,” katanya.

Ketika disinggung soal harga yang semakin tak terjangkau, Alvin menyebut hal itu tergantung pada kemauan dan keseriusan dalam menentukan pilihan. “Harga mahal itu relatif. Harga meningkat pasti. Seperti gini, dulu harga Rp 300 juta, kita lihat mahal, sekarang lihat Rp 300 juta murah. Jadi hanya sudut pandang,” katanya.

“Lalu bagaimana agar mereka bisa membeli property, ya tentu dengan kemudahan. Pemerintah juga sudah memberikan status mudah cicilan hingga sekian persen, itu kesempatan sebetulnya. Tinggal masyarakat diedukasi. Anda beli hunian dengan cicilan sekian tahun, 10 tahun hingga 15 tahun bahkan 20 tahun dan 30 tahun bisa,” timpalnya lagi

Property, kata Alvin adalah investasi yang harganya akan terus mengikuti dan bahkan naik. “Jadi pasti tidak akan rugi. Memang tidak mudah menggiring untuk membeli, harus terinspirasi, nah ini adalah tugas kami, perbankan, dan pemerintah juga, mendukung kemudahan untuk membeli hunian dengan konsep nature, kembali ke alam.”

Tidak hanya itu, Alvin juga menegaskan, pihaknya cukup serius dalam menjaga kelestarian alam. Salah satunya adalah dengan konsep green atau hijau seperti yang ditawarkan di Podomoro Golf View. Alvin juga membantah jika pihaknya menggunakan air tanah untuk memasok kebutuhan para penghuni.

“Kami tidak menggunakan air tanah, kami menggunakan air PAM resmi karena kami memiliki konsep nature tidak merusak lingkungan. Bahkan kami punya pegolahan air untuk kembali pada nature. Jadi tidak perlu khawatir kami ikut melestarikan alam.”

Kemudian, pengembangan kota baru Podomoro Golf View ini, lanjut Alvin merupakan salah satu cara pihaknya dalam mendukung pemerintah mengatasi kemacetan. Di kawasan hunian terpadu yang dibangun terdapat stasiun LRT, park and ride serta feeder untuk kendaraan umum.

“Dengan fasilitas yang ada, baik penghuni maupun masyarakat sekitar dapat memanfaatkan dengan baik sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” jelasnya.

Upaya lainnya adalah dengan menyediakan seluruh kebutuhan masyarakat di PGV, mulai dari pendidikan, kesehatan, wisata, dan sebagainya, sehingga diharapkan meminimalisir perjalanan ke luar kawasan. Area PGV diperkirakan akan dihuni sekitar 60 ribu jiwa. (Wahyu Saputra)

256

tags: