Home Hot News Polisi Selidiki Kasus Penusukan Ustaz
Polisi Selidiki Kasus Penusukan Ustaz

Polisi Selidiki Kasus Penusukan Ustaz

38
0

Metro Depok – Aparat Kepolisian Polresta Depok belum dapat menyimpulkan atas peristiwa penusukan Ustaz Abdul Rachman oleh seorang perempuan tidak waras di Masjid Darul Mutaqien, Minggu (11/03).

Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto di lokasi kejadian mengatakan pihaknya masih meminta keterangan korban dan pelaku VI, termasuk kondisi kesehatan psikologis VI. Pelaku masih dalam pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter kejiwaan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta.

“Hal ini perlu karena informasi yang kami peroleh, pelaku memiliki penyakit kejiwaan karena sering memarahi orang tanpa sebab musabab. Ini yang sering diamati masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan VI memang selama ini dikenal memiliki gangguan kejiwaan. Berdasarkan keterangan warga, VI wanita berusia 28 tahun itu sering bertingkah aneh, di antaranya meludahi warga dan memarahi anak-anak yang ada di komplek perumahan BSI 1. VI sempat ditegur oleh Abdul Rochman. Namun entah untuk alasan apa, V Imendatangi rumah Ustaz Abdul Rachman pada Minggu dini hari.

Ustaz Abdul sempat menemuinya sebentar karena waktu itu sudah larut malam, lalu meminta Vivi datang lagi esok hari. Namun yang terjadi pelaku malah menyerang korban yang sedang Salat Subuh di Masjid Darul Mutaqien.

“Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa Abdul Rahman dan semoga beliau cepat sembuh dan dapat bergabung dengan jamaah dan mengajar mengaji kembali,” katanya.

Pihaknya akan melakukan penyidikan secara profesional dan transparan atas peristiwa ini, dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan juga menjaga keamanan pribadi, tempat tinggal dan lingkungan dengan memberdayakan keamanan lingkungan.

Dia mengimbau kepada jamaah Masjid Darul Muttaqim dan masyarakat untuk tidak takut dan tetap Sholat Jamaah di Masjid ini, menghimbau agar jamaah dan masyarakat untuk menyebarkan informasi yang menyejukan terkait peristiwa ini.

“Kami mengimbau kepada jamaah dan masyarakat untuk arif dan bijak dalam menggunakan medsos serta melawan dan menolak hoax dan mengoptimalkan Hallo Polisi dan Panic Button untuk memberikan informasi peristiwa yang terjadi dan bantuan kehadiran Polisi,” katanya. (Aji/MD/JPG)

38

Ad Banner 728 x 90