Home Pendidikan Polsek Beji Datangi Sekolah Deklarasi Anti Tawuran dan Hoax
Polsek Beji Datangi Sekolah Deklarasi Anti Tawuran dan Hoax

Polsek Beji Datangi Sekolah Deklarasi Anti Tawuran dan Hoax

12
0

Metro Depok – Aparat Polsek Beji mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan Citra Negara, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. Kedatangan mereka untuk bertatap muka kepada siswa sekaligus mendeklarasikan anti tawuran dan stop hoax.

Kapolsek Beji, Kompol Yeny Anggraeni Sihombing mengatakan, levelan anak remaja di usia SMA paling rentan terhadap pergaulan lingkungan yang tidak benar.

“Untuk itu kami anggota Polsek Beji berinisiatif keliling sekolah khususnya sekolah rawan tawuran untuk diberikan pembekalan terkait kamtibmas soal tawuran dan narkoba serta mengajarkan bagaimana menghindari informasi hoax bagi orang lain,” tuturnya, Selasa (27/03).

Pihaknya memberikan pemahaman kepada pelajar termasuk guru yang ada untuk bijak menerima informasi yang diperoleh dari orang lain. Selain sosialisasi anti tawuran, Kapolsek juga melakukan deklarasi anti hoax bersama para ratusan pelajar dan guru SMK Citra Negara. Sebagai generasi penerus bangsa, sambung dia, pelajar merupakan salah satu aset bangsa dalam meneruskan cita-cita pembangunan nasional.

“Mari kita berperan ikut menjaga keamanan NKRI dari informasi-informasi yang belum betul kebenarannya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini demi kepentingan orang lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Citra Negara, Lukman Kharis mengatakan kalau berita hoax yang sering muncul di media sosial sudah sangat meresahkan. Karenanya untuk sekolah yang ada di Kota Depok perlu mendeklarasikan anti hoax.

Mengingat anak-anak ini adalah usia produktif dan sangat rentan untuk dipengaruhi tentang berita -berita atau slogan-slogan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dengan sangat mudahnya mengakses di media sosial.

“Untuk itu kami bekerja sama dengan pihak kepolisian khususnya Polsek Beji dalam mendeklarasikan apa itu berita hoax. Bagaimana cara mengartikannya apakah berita itu benar atau hoax. Serta cara mengantisipasinya agar tidak mudah terpengaruh,” paparnya.

Lukman menambahkan, di setiap kesempatan dirinya selalu mengingatkan baik untuk murid murid, para guru dan staff agar senantiasa berpikir cerdas setiap menerima pemberitaan.

“Apalagi sudah mendekati ujian siswa agar konsentrasi untuk belajar dan kurangi membuka gadget sehingga secara perlahan dan pasti berita berita hoax akan tereleminir dengan sendirinya,” tandas Lukman. (Aji/MD/JPG)

12

Ad Banner 728 x 90