Home Hot News Pradana : Pikirkan Nasib Pedagang Kemirimuka
Pradana : Pikirkan Nasib Pedagang Kemirimuka

Pradana : Pikirkan Nasib Pedagang Kemirimuka

109
0

Metro Depok – Nasib pedagang di Pasar Kemirimuka sedang diujung tanduk. Jika pelaksanaan eksekusi pada Kamis (19/04) direalisasikan, ribuan pedagang yang menggantungkan hidupnya dari mencari nafkah di pasar tersebut nasibnya akan mengalami ketidakjelasan. Terlebih, jika mereka tidak direlokasi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Pradana Mulyoyunanda. Ia sangat menyayangkan apabila eksekusi pasar tersebut jadi maka sangat akan berdampak khususnya untuk para pedagang sendiri.

“Tentu saja eksekusi pasar tradisional yang berada di Kecamatan Beji ini akan berdampak besar terutama kepada para pedagang. Karena itu eksekusi harus ditunda sementara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mencari jalan lain di jalur hukum, atau menyiapkan lahan untuk relokasi,” tuturnya, Rabu (18/04).

Ia juga mengatakan, bukan hanya nasib para pedagang tapi juga nasib keluarga para pedagang juga harus diperhatikan. Karena itu, salah satu jalan terbaik adalah menunda rencana eksekusi sehingga nantinya ada perencanaan untuk nasib para pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

Politisi Partai Demokrat tersebut menambahkan, Pasar Kemirimuka kedepan harus tetap menjadi pasar apabila nanti ada pihak lain yang mengelola lahan tersebut. Selain itu, para pedagang juga harus tetap diakomodir tentunya dengan jaminan harga sewa murah serta jaminan lain termasuk bebas pungli.

“Tentu saja harus membuat sebuah kesepakatan terlebih dahulu bilamana nanti diambil alih lahan tersebut. Jumlah pedagang bukan hanya puluhan jadi harus tetap diakomodir,” katanya.

Pradana pun menyebut kalau permasalahan ini bisa dibilang serupa dengan Terminal Depok hanya beda PT saja. Karena itu jangan sampai nasib pedagang di pasar tersebut kedepannya menjadi tidak jelas keberadaannya dan jadi luntang-lantung lantaran tidak punya penghasilan selepas tempat berdagangnya digusur.

“Lepas dari masalah hukum yang sedang berjalan, ada nasib ribuan pedagang di sana yang harus diperhatikan. Bagaimana nasib mereka nantinya. Karena itu lebih baik ditunda sampai ada sebuah kejelasan mau kemana dan bagaimana para pedagang-pedagang ini,” tegasnya. (WS/MD/JPG)

109