Home Dibaleka Pradi Jadi Tukang Kayu di Ruang Karya
Pradi Jadi Tukang Kayu di Ruang Karya

Pradi Jadi Tukang Kayu di Ruang Karya

61
0

Metro Depok – Di luar aktivitas kesehariannya sebagai Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna belajar menjadi tukang kayu di Ruang Karya yang diprakarsai Stanley Black & Decker, Crona, serta Code Margonda, di Lantai 2, Pusat Perbelanjaan Depok Town Square (Detos), Jalan Raya Margonda, Selasa (08/05).

Masih mengenakan seragam lengkap, orang nomor dua di Kota Depok ini langsung mencoba sejumlah alat yang dipergunakan untuk pelatihan membuat aneka produk furniture. Tak lupa mengenakan sarung tangan, setelah sedikit bertanya mengenai alat serut kayu, Pradi pun mempraktikannya.

Uji coba ini menjadi rangkaian dari grand opening Ruang Karya sekaligus pelatihan pembuatan aneka produk furniture yang diikuti sebanyak 175 orang. Peserta pelatihan terdiri dari unsur anak putus sekolah, komunitas, hingga ibu rumah tangga.

Dalam sambutannya, Pradi menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Stanley Black & Decker tersebut. Program ini seiring sejalan dengan program pemerintah Kota Depok untuk terus mendorong semakin banyaknya komunitas-komunitas agar memiliki kemampuan menghasilkan berbagai produk kreatif, termasuk berbahan kayu.

“Melalui pelatihan dan ruang karya ini, kualitas berbagai kerajinan yang dihasilkan para komunitas di Depok, diharapkan akan semakin meningkat dari aspek pengerjaan karena menggunakan alat-alat yang tepat guna. Dengan peralatan yang canggih, aspek desain dan bahan kemasan produk kerajinan tentu akan meningkat mutunya,” ungkapnya.

Pelatihan yang diberikan, katanya lagi, dapat memberikan nilai tambah dan dapat meningkatkan mutu produk. Harapannya produk kerajinan yang dihasilkan dapat bersaing, baik di level nasional maupun global.

“Saya harap dengan pelatihan ini, anak-anak akan menjadi insan yang mandiri dan bisa menjadi wirausaha untuk menunjang perekonomian Kota Depok,” kata Pradi.

Kegiatan ini bisa dikaitkan dengan program pemerintahan, terutama dari Dinas Pendidikan dan Dinas Perindustrian. Berbagai produk kerajinan yang dihasilkan dari Ruang Karya dapat dijadikan produk unggulan Kota Depok.

Country Director Stanley Black & Decker Indonesia King Hartono Hamidjaja mengutarakan pelatihan ini digelar untuk memberikan keahlian pada anak-anak tersebut agar siap memasuki lapangan kerja atau bisa menjadi bekal berwirausaha.

“Stanley Black & Decker selaku perusahaan penyedia perkakas bekerja sama dengan lem Crona dan Code Margonda membangun sebuah ruang inkubasi pengusaha muda di kawasan Kota Depok, Jawa Barat,” jelasnya.

Diutarakannya, seiring dengan dibukanya Ruang karya ini, dilaksanakan pelatihan selama 4 hari mengolah kayu bekas menjadi furniture siap pakai. “Sengaja kami pilih 175 orang karena kami pada tahun ini tengah memperingati HUT ke-175 Stanley Black & Decker di seluruh dunia,” ujar

Selama pelatihan ini, Stanley Black & Decker memasok semua perkakas yang digunakan untuk mengolah kayu tersebut. Peralatan canggih produk Stanley Black & Decker bisa digunakan anak-anak tersebut untuk berkarya di workshop Code Margonda. Untuk pelatihan ini, Stanley Black & Decker menggandeng para tutor dari komunitas seperti Hobikayu dan produsen lem kayu Crona.

“Selama beberapa hari ini, kami sudah menggelar workshop untuk anak-anak secara berkala. Ditemani para tutor, kami harap mereka bisa belajar banyak bagaimana cara aman dan cepat menggunakan perkakas Stanley,” tutur King.

Setelah menggelar pelatihan untuk anak-anak putus sekolah, Stanley Black & Decker akan membuka ruang karya di Code Margonda tersebut untuk umum. Tujuannya untuk mengedukasi para penggunaan perkakas secara aman bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dan siapa pun para pehobi dari komunitas do it yourself (DIY) atau mereka yang gemar mencipta furnitur sendiri.

“Sebagai produsen perkakas kami sangat mendukung industri kreatif, di mana salah satu jalannya bekerja sama dengan komunitas DIY dalam bentuk support edukasi penggunaan tools dengan aman untuk itulah kami mendirikan makerspace atau ruang karya bagi para pegiat komunitas DIY dengan menggandeng Code Margonda dan lem Crona,” ujar King.

Setelah pembukaan ruang karya tersebut, event HUT ke-175 Stanley Black & Decker pun berlanjut dengan pameran perkakas teknologi terbaru yang bertajuk “Untuk Kalian yang Membangun Indonesia” dan menggelar seminar dan dialog bersama Kementerian Perindustrian, mengenai industri kreatif dan gathering bersama para distributor di Jakarta disertai berbagai promo, games, demo yang bekerjasama dengan Tokopedia, dan program cicilan yang menggandeng FII Spektra.

GM Operation PT Crona Perkasa Sosulindo Bram Paulus Sangkoyo menuturkan ide untuk membuat ruang karya di shooping mall menjadi yang pertama di Indonesia.

“PT Crona turut berpartisipasi membangun bangsa. Melalui produk yang inovatif dan menjadi solusi, yakni hasil karya dari barang bekas. Dari harga puluhan ribu hingga menjadi ratusan ribu. Ingin mengembangkan barang bekas dengan sentuhan alat Stanley dan lem crona,” paparnya. (Her/MD/JPG)

61