Home Lintas Program Ti-Rock Tekan Perokok di Kalangan Pelajar 
Program Ti-Rock Tekan Perokok di Kalangan Pelajar 
0

Program Ti-Rock Tekan Perokok di Kalangan Pelajar 

4
0

Metro Depok- BPJS Kesehatan Cabang Depok melakukan evaluasi penyelenggaraan Program Promotif  Preventif  Spesifik Daerah (PPSD) berupa Penanggulangan bahaya rokok terhadap pelajar melalui Program Ti-Rock (Tinggalkan Rokok), yang dilaksanakan di SMAN 4, Perumahan Sukatani Permai, Kelurahan Sukatani, Tapos, kemarin.

 

Untuk Kota Depok, program Ti-Rock telah dilaksanakan di SMP Negeri 11 Depok dan SMA Negeri 4 Depok. Tujuan dari program ini adalah agar sejak usia dini pelajar dapat memahami bahaya rokok, menurunkan jumlah pelajar perokok ditingkat menengah pertama dan atas di Kota Depok, serta meningkatkan kualitas kesehatan pesertanya.

 

“Di SMA Negeri 4, hasil pemeriksaan smokerlyzer memperlihatkan bahwa jumlah pelajar yang diketahui telah/pernah mengkonsumsi rokok adalah sebanyak 70 pelajar atau 62% dari 113 orang pelajar sasaran,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Maya Febriyanti Purwandari.

 

Pelajar yang didapati telah mengkonsumsi rokok, lanjutnya, kemudian diedukasi secara perorangan oleh dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan diminta menandatangani komitmen berhenti merokok oleh bagian kesiswaan sekolah. Mereka juga mendapatkan buku monitoring

 

“Pada bulan kedua, dilakukan edukasi yang didampingi orang tua/wali muridnya. Para orang tua/wali murid menyambut baik adanya program Ti-Rock, hal tersebut ditunjukan melalui ditandatanganinya komitmen orang tua untuk ikut memantau perilaku merokok dari anaknya,” tuturnya.

 

Berdasarkan data evaluasi bulan kedua, telah terjadi penurunan angka kebiasaan merokok pada pelajar SMAN 4. Dari yang semula rata-rata mengkonsumsi 3-5 batang rokok, menurun menjadi 2-3 batang rokok/harinya. Para orang tua/wali murid pelajar yang juga merupakan perokok ikut bertekad untuk berhenti merokok.

 

Sementara, Kepala SMAN 4, Umar, mengaku sangat mendukung kegiatan Ti-Rock. Melalui kegiatan ini diharapkan akan semakin meminimalisasi angka perokok di kalangan pelajar.

 

“Pelajar adalah generasi muda yang dalam masa pertumbuhan, sehingga membutuhkan tubuh yang sehat dan kuat demi masa depannya. Jadi, jangan sampai terkontaminasi rokok,” ujarnya.

 

Untuk mencegah siswa menjadi perokok, dirinya meminta kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan dunia pendidikan, mencakup guru, kepala sekolah, hingga dinas pendidikan agar mmemberikan contoh bebas dari rokok.

 

“Siswa itu mencontoh apa yang dilihat, didengar, dan dirasakannya. Jika ada orang yang lebih dewasa di sekitarnya merokok, tentu ada potensi untuk ikut mencoba,” pungkasnya.

 

Umar juga meminta agar sosialisasi Ti-Rock bisa dilakukan di jenjang SD dan SMP. Pasalnya, banyak siswa yang merokok di tingkat SMA ternyata sudah mengenal rokok dari jenjang sebelumnya.(aji)

4

Ad Banner 728 x 90