Home Dibaleka Rawat Umat, Wali Kota Depok Apresiasi MUI
Rawat Umat, Wali Kota Depok Apresiasi MUI

Rawat Umat, Wali Kota Depok Apresiasi MUI

565
0

Metro Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok dalam hal merawat umat. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada MUI Kota Depok yang telah melakukan MoU dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam bidang keagamaan.

“Kami sangat mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih untuk pengurus MUI di tingkat kecamatan dan kota. Bukan itu saja, kami juga mengucapkan terima kasih kepada para ulama serta majelis taklim yang selama ini telah merawat umat dalam keberagaman,” tuturnya dalam acara Halal Bi Halal pengurus MUI Kota Depok di Aula Gedung MUI, Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Jumat (06/07).

Dia mengatakan, saat ini sedang menghadapi permasalahan ukhuwah dan ujian pernak pernik kebangsaan. Apalagi, lanjutnya, umat telah melalui proses Pilgub dan sebentar lagi akan menghadapi Pileg dan Pilpres.

“Proses Pilgub di Depok berjalan lancar dan tingkat partisipasinya meningkat atau 70 persen. Harapannya, dengan silaturahmi ini bisa mendapat hikmahnya,” terangnya.

Karena itu, lanjutnya, Idris meminta kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas Kota Depok. Serta tidak menjadikan berbeda pilihan menjadi suatu masalah. Siapapun yang terpilih nantinya masyarakat diharapkan mendukung segala program yang ditetapkan.

Sementara, Ketua MUI Kota Depok, KH. A. Dimyati Badruzzaman mengatakan kalau acara halal bi halal ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi sesama pengurus. Selain itu, melalui silaturahmi akan mendapatkan banyak hikmah.

“Salah satunya bisa memperbanyak rizki dan umur panjang. Semoga silaturahmi ini bisa mendatangkan keberkahan untuk kita semua,” katanya.

Dia juga berpesan kepada seluruh pengurus agar dalam berdakwah tetap memperhatikan isi materi. Jangan sampai nantinya ada materi ceramah yang berbau porno, muatan politik atau ada kata yang tidak pas.

“Jangan sampai ketika ceramah menyebutkan kalimat porno atau jorok. Karena saya pernah menemukan ketika hadir di pesantren ada penceramah yang ceramah lucu, jorok dan sampai pamit. Karena ini tidak pantas untuk seorang dai,” tandasnya. (WS/MD/JPG)

565