Home Hot News Rumah Terduga Teroris di Depok Digerebek
Rumah Terduga Teroris di Depok Digerebek

Rumah Terduga Teroris di Depok Digerebek

93
0

Metro Depok – Petugas Kepolisian yang disinyalir dari Detasemen Khusus 88 anti teror Mabes Polri menggerebek rumah kontrakan di RT04/09 Kampung Bojong Lio RT 04/09 Kelurahan Sukamaju , Kecamatan, Cilodong, Senin (09/07) malam.

Informasi yang dihimpun di lokasi, petugas menangkap dua terduga teroris di lokasi yang berbeda. Satu warga berinisial M diamankan bermukim di RT04/09. Sedangkan satu lagi berinisial L bermukim di kontrakan RT 02/09. LM tinggal bersama ibu, istri, dan anaknya yang masih bayi.

“Katanya sih yang di RT04 ikut diamankan Densus 88, tapi saya enggak tahu persisnya. Memang kemarin ada ramai-ramai di sini. Tapi warga enggak boleh lihat,” kata Ketua RT04/09 Kelurahan Sukamaju Triyono.

Ketua RW09 Kampung Bojong Lio, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Samsudin menuturkan dirinya mendengar ada penangkapan tersebut sekitar pukul 16.30 WIB pada Senin (9/7) sore.

“Kejadiannya sangat singkat. Saya tahunya dari warga katanya ada penangkapan di rumah kontrakan,” katanya.

Samsudin menuturkan sempat ada tiga motor yang melaju sangat kencang (ngebut) dari arah bawah rumahnya menuju ke atas. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam dengan penutup slayer di atas kepalanya.

“Warga kita sempat marah kan jalannya baru selesai di aspal nah mereka ini ngebut, ternyata mereka ini mau melakukan penangkapan. Cuma sebentar dari atas merek turun bawa orang satu diapit di tengah,” katanya.

Samsudin menuturkan menurut informasi yang diperolehnya ada dua orang yang diamankan dengan. inisial L dan M.

Sementara itu, isteri dari Ketua RW09 Samsudin, Muinah menuturkan sempat melihat keduanya dibawa petugas.

“Saya lihat sekilas petugas membawa pake motor,” tukasnya.

Muinah menegaskan dirinya mengenal satu orang yang diamankan oleh Tim Densus yaitu berinisial L, yang menurutnya berprofesi sebagai pedagang mie ayam.

“Dia dagang tepat di sebelah rumah saya, tapi waktu ditangkap dia sedang di rumah M, mereka saling kenal,” katanya.

Menurutnya, L merupakan warga Sukabumi yang pindah ke Kampung Bojonglio sekitar lima tahun lalu.

“Dulunya sebelum menikah, dia tinggal di atas kerja dulu sebelumnya, buka warung mie ayam baru enam bulan, dimana LK sebelumnya bekerja di perusahaan di Depok,” tuturnya.

Muinah menegaskan keseharian L tertutup dan hanya terlihat saat berdagang. Dia tinggal dengan ibu dan istrinya yang baru melahirkan seorang anak.

Di lokasi yang sama, Sekretaris LPM setempat Diantora menduga ada lima warga di Kampung Bojong yang diamankan dalam penangkapan karena kasus dugaan terorisme.

Mereka yang masing-masing diamankan M warga RT04/09, L warga RT02/09, SU warga RT02/09, SO warga RT04/09, dan RM warga RT04/09.

Tiga terduga ditangkap di kawasan Kampung Lio dan dua terduga lainnya diamankan di kawasan Jalan Raya Bogor.

“Iya, totalnya ada lima yang diamankan Densus. Tiga dibekuk di sini, kalau dua lagi, SO dan M dibekuk di Jalan Raya Bogor. Tapi mereka warga sini,” katanya.

Dia mengatakan nama-nama itu dipastikan setelah adanya pertemuan antara petugas Densus dan perwakilan tokoh masyarakat setempat. Penggeledahan yang sempat direncanakan terpaksa dibatalkan dengan alasan kemanusiaan.

“Semalam itu Densus balik lagi, rencananya mau melakukan penggeledahan tapi ditunda karena terkait dengan psikologis anak-anak atau keluarga yang bersangkutan,” katanya.

L diketahui sebagai pedagang mi ayam, SU pedagang air mineral, sementara terduga lainnya SO dan M buruh pabrik.

“Mereka para pendatang. Ada yang ngontrak. Semuanya tertutup, jarang bergaul di warga kita,” katanya.

Terkait kasus ini pihaknya akan melakukan pendataan terhadap warga yang akan bertempat tinggal di wilayahnya. (Aji/MD/JPG)

93