Home Hot News Salat Subuh, Ustaz Ditusuk
Salat Subuh, Ustaz Ditusuk

Salat Subuh, Ustaz Ditusuk

12
0

Metro Depok – Abdul Rachman, seorang guru ngaji ditusuk di bagian leher kanan oleh seorang wanita yang diduga mengalami ganggua jiwa atau gila di Masjid Darul Muttaqien Komplek Perumahan Bumi Sawangan Indah I di RT05/06 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Minggu (11/03).

Sekretaris DKM Masjid Darul Muttaqien, Ahmad Setiawan kepada wartawan mengatakan saat itu korban tengah menunaikan ibadah salat subuh di baris paling depan.

Namun saat ingin menunaikan ibadah, tiba-tiba seorag perempuan atau pelaku berinisial VI langsung datang menghampiri korban dari belakang dan lmenusukkan pisau ke bagian leher kanan di bawah telinga.

“Saat kejadian anak korban berteriak dan bersama warga kami berusaha melerai dan membawa korban dari serangan pelaku VI,” katanya.

Sebelum kejadian pelaku VI memang sudah berada di depan masjid Darul Mutaqien duduk-duduk sebelum Salat Subuh.

“Sebelum kejadian pelaku ada duduk di teras masjid, dan sempat kami ajak untuk Salat Subuh namun nggak mau dia kita ajak salat,” katanya.

Atas peristiwa itu, korban yang juga ustaz menderita luka dan kini masih dirawat itensif di UGD RSUD Depok, Jalan Raya Sawangan.

Pelaku yang tinggal di perumahan Bumi Sawangan Indah kini sudah dibawa ke Polsek untuk diamankan dari tindakan main hakim warga. Emosi massa yang kesal ke pelaku berhasil ditenangkan dengan kedatangan Kapolsek Sawangan Kompol Suwardji bersama anggota bhabinkamtibmas setempat ke TKP.

“Kalau bukan perempuan, kami rasa pelaku bisa dihabisi masyarakat karena warga kesal dengan ulah pelaku,” katanya.

Ahmad mengatakan pelaku VI memang warga di Blok C Perumahan Bumi Sawangan Indah 1 dan sudah setahun bermukim di perumahan ini.

Pelaku saat ditanya oleh warga, ada tiga Ustad yang akan dihabisi seperti Ustad Gufron, Muhammad Riza, dan Abdul Rachman sendiri.

Sementara itu, Ustad Abdul Rachman yang juga menjabat sebagai ketua RT kepada wartawan mengatakan sebelum kejadian pelaku VI penusukan ke Abdul  mendatangi rumahnya.

“Sebelum kejadian, pada Minggu (11/3) dini hari, kira-kira pukul 00:30 WIB, kami mendengar pintu rumah digedor-gedor oleh seorang,” katanya.

Setelah diperiksa, ternyata yang menggedor rumahnya adalah pelaku VI yang selama ini diketahuinya memang mengalami gangguan jiwa.

Waktu itu pelaku berteriak-teriak bilang ingin bertemu dengannya karena ada keperluan, namun tidak diterima karena sebelumnya pelaku memukul tubuhnya dengan alasan yang tidak jelas.

Lalu pelaku meninggalkan rumahnya, sekitar pukul 04:30 WIB, dirinya bersama putranya seperti biasa salat berjemaah Subuh di Masjid Darul Mutaqin, hanya beberapa meter dari rumahnya. Di situlah pelaku menyerangnya dengan sebliah pisau bergerigi ke bagian leher kanannya dari arah belakang.

“Pas saya mau takbir, baru mau mulai salat, anak saya yang lagi ngambil air wudu teriak, ‘Bapak, Bapak…’, saya spontan nengok, dan langsung melawan pelaku,” katanya.

Warga yang melihat kejadian langsung berusaha melerainya dan membawa dirinya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan sementara pelaku diamankan di Masjid.

“Ya kalau sudah ada kejadian seperti ini kami dan warga lain inginnya pelaku yang bermukim satu komplek agar pelaku tidak tinggal diperumahan ini, ya tinggal dimana saja, jangan di sini,” katanya.

Dia mengatakan dengan kejadian ini kondisi perumaham BSI sudah tidak aman, dan untuk menghindari kejadian terulang lebih baik pelaku VI tidak bermukim di BSI, atau diserahkan ke dinas terkait.

Pelaku diduga sifatnya pendendam. Menurut informasi warga yang saat itu melerai, pasca kejadian pelaku mengamati seluruh warga yang melerai dan mengamankan pelaku.

“Kalau informasi dari warga kita, pelaku sifatnya dendam, dan dikhawatirkan pelaku balas dendam dan melakukan hal serupa ke yang lainnya,” katanya.

Sekali lagi warga berharap agar pelaku wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa untuk pindah ke lokasi lain atau di rawat ke dinas terkait. (Aji/MD/JPG)

12

Ad Banner 728 x 90