Home Dibaleka Sampah Warga Depok 1300 Ton Per Hari
Sampah Warga Depok 1300 Ton Per Hari

Sampah Warga Depok 1300 Ton Per Hari

15
0

METRO DEPOK- Sampah kini menjadi permasalahan serius yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat. Selain produksi sampah yang terus meningkat, satu-satunya Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA) Cipayung milik Pemkot Depok kini sudah overload. Untuk itu, pendekatan dalam mengelola sampah secara bersama-sama dengan beberapa kabupaten kota di Jawa Barat pun dilakukan. Salah satu solusinya adalah TPA terpadu regional Nambo di Kabupaten Bogor. Namun, karena terkendala lelang proyek TPA Nambo hingga kini masih mangkrak dan batal digunakan Pemkot Depok yang menargetkan dapat dipakai pada 2017.

Hal itu memaksa Pemkot Depok untuk lebih mengoptimalkan TPA Cipayung, minimal hingga tahun 2018, dengan harapan TPA regional Nambo seluas 52 hektar itu sudah dapat digunakan. Langkah pertama yang dilakukan oleh Pemkot Depok adalah dengan membuka bak sampah baru pada blok A, TPA Cipayung.

“Kita akan membuka satu bak sampah tambahan di blok A dan satu bak alternative yang berada di blok Barat TPA. Tapi perlu saya ingatkan lagi, jika sampah yang dibuang adalah sampah seperti ini apa adanya, meskipun dibukakan bak baru, kekuatannya paling lama 4-5 bulan,” kata Walikota Depok M Idris.

Langkah kedua adalah dengan memilah sampah dari rumah-rumah warga. Walikota pun menagih janji Lurah se-kota Depok yang menargetkan 30 persen dari jumlah KK warganya di RT sudah memilah sampah. Hal ini lanjut Idris akan mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Cipayung.

“Kami mengharapkan agar warga Depok memiliki kesadaran untuk memilah sampah dirumah masing-masing,” imbuhnya.

Sampah organik akan dikirim ke Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang ada di kota Depok, sisanya baru dikirim ke TPA Cipayung. Jika saat ini saja baru sebanyak 25.000 KK yang melakukan pemilahan sampah sudah mampu mengurangi sebanyak 136 ton sampah (organik) ke TPA Cipayung. Karena sampah organik akan dikelola menjadi kompos di UPS-UPS yang ada.

“Produksi sampah kita 700 ton perhari. 136 diantaranya adalah sampah organik yang masuk ke UPS. Saya juga akan menggesa DKP agar UPS lebih dioptimalkan, sebab sampai saat ini hanya 58 persen UPS yang aktif beroperasi. Persiapan ini perlu dilakukan, untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan sampah organik,” ungkapnya. (fix)

15

Ad Banner 728 x 90