Home Dibaleka Satpol PP Depok Komitmen Tegakkan Perda
Satpol PP Depok Komitmen Tegakkan Perda

Satpol PP Depok Komitmen Tegakkan Perda

71
0

Metro Depok – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok terus berupaya meningkatkan Peraturan Daerah (Perda) dengan melaksanakan tugasnya secara rutin berupa penertiban peredaran minuman keras (miras), baik oplosan atau pabrikan di Kota Depok.

“Penertiban miras dilakukan secara rutin oleh anggota di tiap kecamatan. Namun tiap operasi melibatkan pihak kepolisian dan TNI. Jadi mulai minggu ini sampai pekan depan rutin razia miras. Kalau operasi besar-besaran tidak dilakukan, tapi kita berkelanjutan rutin,” ungkap Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Depok Kusumo.

Dengan razia tersebut, kata Kusumo, diharapkan warga masyarakat di Kota Depok akan menjalani ibadah di bulan puasa dengan lebih khusyuk dan khidmat, serta kondusifitas di Kota Depok, terutama di bulan puasa ini, akan terus terjaga.

“Sesuai perda, miras ini ada tiga golongan. Pertama miras golongan A yaitu minuman berakohol kadar ethalol 1 sampai 5 persen. Kedua miras golongan B dengan kadar ethanol 5 sampai 20 persen. Lalu, miras golongan C dari 20 hingga 55 persen. Miras golongan B dan C adalah miras berakohol keras. Jadi produksi, pengedaran, dan penjualanya dalam pengawasan kami,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menertibkan 903 spanduk dan atribut di kawasan kota ini. Spanduk-spanduk tersebut, merupakan hasil penertiban yang dilakukan Satgas Pol PP setiap hari dari beberapa titik rawan pemasangan atribut liar selama April 2018.

“Jumlahnya ada 903 spanduk dan atribut liar dan yang menyalahi aturan serta tak berizin yang kami tertibkan,” kata dia.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, spanduk dan atribut liar tersebut terdiri dari bilboard sebanyak tujuh unit, atribut 93 unit, baliho 12 unit dan spanduk yang paling banyak yaitu 791 unit. Lalu, 302 di antaranya adalah Alat Peraga Kampanye (APK).

“Semua atribut diamankan untuk dijadikan barang bukti,” tegas Yayan.

Menurut Yayan, pihaknya rutin memonitoring pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memasang reklame, spanduk maupun atribut di tempat terlarang.

Adapun beberapa lokasi tersebut antara lain Jalan Meruyung, Jalan Siliwangi, Jalan KSU, Jalan Juanda, Margonda Raya, daerah Sawangan, Cimanggis, dan beberapa jalan strategis lainnya. Spanduk, atribut dan reklame yang terpajang di jalan-jalan strategis, biasanya kerap dipasang lagi setelah dilakukan penertiban.

Meskipun begitu, pihaknya akan terus melakukan penertiban sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Sudah kami turunkan spanduk-spanduknya, besok ada lagi. Tetapi, akan kita amankan lagi, selain kami panggil pemilik spanduk untuk diberikan pembinaan,” tuturnya.

Menurut Yayan, spanduk, reklame maupun atribut lainnya yang diamankan itu karena jenis pelanggarannya berbeda-beda. Di antaranya, tidak memiliki izin, masa berlaku izin habis, rusak, dan pemasangan reklame di tempat terlarang.

“Jika masyarakat melihat ada orang yang dengan sengaja memasang spanduk atau reklame yang tidak berizin, boleh ditegur langsung atau laporkan kepada kami. Penertiban ini juga merupakan salah satu upaya bersama dalam menjaga keindahan kota,” kata Yayan. (Hen/MD/JPG)

71

Ad Banner 728 x 90