Home Politik Sean : Cagub-Cawagub Perlu Menjaga Etika
Sean : Cagub-Cawagub Perlu Menjaga Etika

Sean : Cagub-Cawagub Perlu Menjaga Etika

50
0

Metro Depok – Dalam setiap kontestasi politik, seperti Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 yang saat ini sedang berjalan, seluruh pihak yang berkaitan dengan kandidat dan pendukung diminta untuk menjaga etika politik. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi gesekan politik yang berimbas pada perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pasangan calon gubernur atau calon wakil gubernur maupun tim sukses pasangan calon gubernur / calon wakil gubernur perlu menjaga etika dalam berpolitik. Ini demi kepentingan bersama. Jangan sampai karena beda pandangan politik menyebabkan sesuatu yang lebih penting, yakni persatuan dan kesatuan bangsa menjadi rusak,” ungkap Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) PDI Perjuangan Kota Depok Sean Matthew, Selasa (22/05).

Diutarakannya, dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang paling penting dan ujung tombak adalah visi – misi dan jejak rekam pasangan calon untuk mendapatkan simpati masyarakat. Semua itu yang akan menjadi bahan pertimbangan masyarakat untuk memilih nanti.

“Masyarakat saat ini sudah cerdas dan bisa melihat siapa kandidat terbaik melalui visi misi yang disampaikannya. Visi misi ini menjadi ukuran kandidat dianggap mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di wilayah,” tuturnya.

Terkait masalah etika politik, Sean menilai masih banyak hal yang dilakukan tidak memperlihatkan hal tersebut. Dirinya mencatat adanya pengurusakan alat peraga kampanye (APK) pasangan Calon Gubernur / Calon Wakil Gubernur Jawa Barat No. 2, TB Hasanuddin – Anton Charliyan (HASANAH) di Kota Depok. Hal ini telah terjadi dilaporkan ke Panwaslu Kota Depok pada 12 Maret 2018 dan 3 April 2018.

“Lalu, pada 12 April 2018, saya juga mendampingi sebagai kuasa hukum DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi untuk melaporkan terkait penyebaran Hoax yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa di Daerah Kabupaten Bekasi ke Polda Metro Jaya atas dugaan Hate Speech / Penyebaran Hoax,” katanya.

Terakhir, pada 14 Mei dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Pasangan Calon Gubernur / Calon Wakil Gubernur Jawa Barat No. 3, Sudrajat – Syaikhu yang dalam Debat Pilgub Jawa Barat menunjukkan kaos #2019GantiPresiden yang tentu saja memancing kericuhan karena Paslon tersebut tentu saja keluar konteks dari Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang seakan mengesampingkan masalah-masalah masyarakat jawa barat dan lebih memiliki kepedulian terhadap isu Nasional yaitu Pemilihan Presiden yang masih akan dilakukan tahun depan.

“Etika Politik perlu untuk dijaga agar demokrasi yang baik dapat dibangun di Jawa Barat untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik kedepannya. Semoga semua menjaga etika politik agar tetap menjaga suasana tetap kondusif, aman, tenang, dan nyaman,” harapnya. (Her/MD/JPG)

50