Home Hot News Sering Kebanjiran, Warga Sekitar TPA Cipayung Siapkan Gugatan
Sering Kebanjiran, Warga Sekitar TPA Cipayung Siapkan Gugatan

Sering Kebanjiran, Warga Sekitar TPA Cipayung Siapkan Gugatan

141
0

Metro Depok – Kuasa hukum warga sekitar Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Cipayung Achmad Faisal meminta kepada Pemerintah Kota Depok untuk segera memperbaiki lingkungan di sekitar TPA Cipayung. Jika tidak, pihaknya akan melakukan upaya hukum ke meja hijau

“Kami meminta Pemkot Depok segera bertindak untuk memperbaiki lingkungan sekitar TPA Cipayung, seperti mengelola sampah dan menormalisasi Kali Pesanggrahan agar tidak merugikan warga. Kami tunggu itikad baik Pemkot Depok. Jika tidak direspons dengan baik keluhan warga, kami akan melakukan class action ke meja hijau,” katanya.

Seperti diketahui, TPA Cipayung yang memiliki luas sekitar 10,8 hektare itu menampung sampah dari 11 kecamatan di Kota Depok. Terkait dengan kondisinya yang sudah melebihi kapasitas, Pemerintah setempat sebelumnya telah menyiapkan rencana untuk memindahkan TPA itu ke wilayah Nambo, Kabupaten Bogor. Namun, hingga kini hal tersebut belum juga terealisasi.

Warga lainnya Dea Rosmawati menambahkan banjir yang kerap melanda pemukiman ini telah menimbulkan korban jiwa. Salah seorang warga, yakni Usman (50 tahun) hanyut dan akhirnya ditemukan dalam kondisi tak lagi bernyawa.

“Kalau Depok sedang hujan terus dan kiriman air dari Bogor di Kali Pesanggrahan, air kali meluap, jalan dan rumah warga kami banjir,” katanya.

Ketua RT06/04 Kompleks Griya Sawangan Asri (GSA) Suliyan mengatakan sebelumnya pihak Pemkot Depok mengaku telah melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan di sekitar TPA Cipayung.

Dengan kejadian tersebut, warga sekitar pun berharap Pemkot mempunyai solusi terkait pengelolaan sampah. Namun, warga menolak keras jika ada wacana perluasan TPA. Sebab, kondisi saat ini telah banyak merugikan mereka.

“Tidak hanya menyebabkan banjir, polusi udara akibat gunungan sampah juga telah berdampak pada kesehatan warga sekitar. Dikeruk di area yang mengalami penyempitan, tapi yang di kolong jembatan, yang selalu dilalui warga melintas itu enggak dikeruk. Jadi, sama saja,” keluhnya.

Dengan kejadian tersebut, warga sekitar pun berharap Pemkot mempunyai solusi terkait pengelolaan sampah. Namun, warga menolak keras jika ada wacana perluasan TPA.

Sebab, kondisi saat ini telah banyak merugikan mereka. Tidak hanya menyebabkan banjir, polusi udara akibat gunungan sampah juga telah berdampak pada kesehatan warga sekitar.

Warga sekitar TPA Cipayung meminta agar Pemkot Depok lebih peka terhadap nasib mereka dan melakukan pengelolaan sampah yang baik di TPA Cipayung. Warga juga menolak rencana perluasan TPA Cipayung sebab kondisi TPA saat ini sudah merugikan warga.

“Ini tidak dikelola. Polusi udara bau, sampah berceceran sampai menyebabkan Kali Pesanggrahan dangkal, bagaimana kalau diperluas,” kata Ismail, warga lainnya.

Kepala UPT TPA Cipayung Ardan Kurniawan mengatakan pendangkalan yang terjadi bukan semata disebabkan tumpukan sampah di TPA Cipayung. Karena sampah yang ada juga sampah bawaan dari Bogor mengingat Kali Pesanggrahan mengalir dari Bogor.

“Terjadinya pendangkalan bukan dari TPA Cipayung, tapi ada sampah kiriman dari Bogor juga,” katanya.

Mengatasi masalah pendangkalan, pihaknya sudah bekerjasama dengan BWSCC untuk melakukan normalisasi. Saat ini memang masih ada beberapa lahan yang belum dibebaskan. “Nanti akan diupayalan dalam ABT. Semoga nantinya bisa dilakukan normalisasi oleh BWSCC,” katanya.

Untuk pengelolaan sampah sendiri pihaknya masih melakukan sejumlah kajian. Diakui memang kondisi TPA sekarang sudah over load. Sehingga diperlukan penanganan sesegera mungkin. (Aji/MD/JPG)

141

Ad Banner 728 x 90