Home Dibaleka Simulasi Vaksin Corona di Depok
Simulasi Vaksin Corona di Depok

Simulasi Vaksin Corona di Depok

2
0

METRO DEPOK – Pekan ini rencananya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berencana akan melakukan simulasi penyuntikan vaksin Covid 19 di Kota Depok.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, alasan simulasi digelar pada pekan ini lantaran pada bulan depan atau November diprediksi vaksin Covid-19 akan tiba di Indonesia. Untuk gelombang pertama vaksin Covid-19, RK menyebut ada sekitar 9,1 juta akan masuk ke tanah air.

Vaksin tersebut diprioritaskan ke daerah yang menjadi episentrum tinggi yaitu kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Sehingga Jawa Barat mengajukan kurang lebih tiga juta vaksin untuk daerah Bodebek dan akan kita simulasikan kesiapan,” tutur pria yang akrab disapa RK ini kepada wartawan, Senin (19/10).

Ia menyebut, pemilihan Kota Depok lantaran wilayah ini masuk dalam epicentrum Covid-19 dan penyebarannya masih tinggi di kawasan Jabodetabek.

“Jadi memang arahannya ke daerah yang epidemologinya tinggi. Minggu ini ada rencana kami melakukan simulasi persiapan penyuntikan vaksin di Depok, kemungkinan Kamis,” kata RK.

RK yang menjabat sebagai Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat ini menerangkan, simulasi tersebut dilakukan untuk memberi gambaran kesiapan Jawa Barat memberikan vaksin Covid-19 kepada warga nantinya.

Mantan Wali Kota Bandung itu juga mengaku akan melihat kesiapan Bodebek dalam simulasi nanti. Sebab, baru ada sekitar 1.000 tenaga penyuntik vaksin yang sudah terlatih.

“Sehingga akan kita simulasikan apakah seribu tenaga ini memadai atau harus ditambah,” ujarnya.

Di sisi lain, RK memastikan pihaknya sudah melatih 3.000 relawan khusus untuk penguatan sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sekaligus untuk keperluan pelacakan.

Dasarnya adalah standar World Health Organization (WHO) yang menetapkan bahwa pelacakan minimal dilakukan kepada 30 untuk setiap satu orang yang terkonfirmasi COVID-19.

“Kita (Jawa Barat baru) 1 (positif Covid19) banding 6 (yang dilacak), DKI Jakarta 1 banding 8. Kita akan penuhi dengan relawan ini. Tapi, kalau dari sisi pengetesan PCR kita per minggu ini sudah memenuhi standar WHO, yakni 1 persen dari keseluruhan warga Jabar atau sudah 500 ribu tes PCR, kita akan tingkatkan upaya pengendalian upaya kapasitas testing,” papar RK.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 9,1 juta orang pada akhir tahun jika dapat lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Indra)

2